(Foto ist : Kadis Perikanan KSB Agus Purnawan, S. Pi, MM)
Sumbawa Barat, insidentb.com | Di tengah tantangan pemenuhan kebutuhan pangan nasional, Kabupaten Sumbawa Barat, tidak lagi hanya berwacana. Melalui Dinas Perikanan setempat, kini mengambil langkah agresif dengan melakukan sinkronisasi penuh terhadap enam program prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), demi memacu produktivitas sektor perikanan yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi lokal.
Kepala Dinas Perikanan Sumbawa Barat, Agus Purnawan, S. Pi, MM, menegaskan bahwa KSB sedang dalam fase akselerasi. Menurutnya, sinergi ini bukan hanya pemenuhan instruksi pusat, melainkan langkah konkret untuk mengamankan stok pangan hewani di daerah.
Agus memaparkan, langkah taktis pertama difokuskan pada penguatan infrastruktur sosial dan ekonomi nelayan. Dua titik vital, yakni Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Poto Tano dan Desa Labuhan Lalar, saat ini tengah dipacu perkembangannya agar mampu menjadi pusat aktivitas nelayan yang mandiri dan produktif.
Tak berhenti di sana, ambisi besar KSB menyasar budidaya ikan tematik. Di Desa Meraran kini dipersiapkan menjadi sentra produksi perikanan air tawar utama.
“Tahun depan, fisik sentra produksi di Desa Meraran akan mulai berdiri. Kami tidak ingin hanya membangun, tetapi langsung mengintegrasikannya dengan kegiatan budidaya skala besar agar dampaknya langsung dirasakan masyarakat,” kata, Agus Purnawan, saat diwawancara, Selasa 14 Juli 2026.
Ia menjelaskan, salah satu sorotan utama dalam langkah program KSB Maju Luar Biasa adalah terobosan budidaya Nila Salin tahap satu. Meski belum ada revitalisasi tambak besar, program KSB Maju Luar Biasa memilih jalur cepat dengan memanfaatkan lahan eks Tambak masyarakat seluas 2 hektar di Desa Dasan Anyar pada tahun 2026 ini.
Ia memastikan bahwa lahan di Dasan Anyar akan menjadi pusat pengembangan Nila Salin yang akan diperluas secara bertahap hingga mencakup seluruh kawasan tambak yang tersedia.
“Ini adalah jawaban atas ketergantungan pasokan Nila yang selama ini kerap menjadi masalah,” tegasnya.
Selain proyek strategis berskala besar, Dinas Perikanan juga tidak meninggalkan pelaku usaha kecil. Penguatan kolam kolam rakyat baik kolam bundar, tanah, maupun beton yang tersebar di seluruh kecamatan kini mendapat perhatian serius untuk dikembangkan secara masif.
“Intinya, KSB harus maju luar biasa. Dengan mengoptimalkan seluruh potensi yang ada, mulai dari sentra Nila air tawar hingga kolam kolam rakyat, kami optimis mampu meningkatkan produksi perikanan secara signifikan. Kedaulatan pangan bukan lagi mimpi, tapi target yang sedang kami eksekusi,” ujarnya.
“Dengan gerak cepat ini, Program KSB Maju Luar Biasa tidak hanya mem posisikan diri sebagai daerah pengikut, tetapi sebagai lokomotif baru dalam menyukseskan visi kedaulatan pangan nasional dari sektor perikanan,” demikian, tambahnya.(**)










