(Foto ist: Andi Laweng, SH, MH, Ketua Koni KSB)
Sumbawa Barat, insidentb.com | Kabupaten Sumbawa Barat dipaksa menelan pil pahit. Status sebagai tuan rumah cabang olahraga (cabor) Kickboxing yang digadang gadang bakal menjadi panggung unjuk gigi atlet lokal, resmi dibatalkan secara sepihak.
Padahal, di atas kertas, kesiapan infrastruktur dan fasilitas pendukung telah dinyatakan rampung 100 persen. Namun, semua kerja keras tersebut runtuh seketika saat surat dari Kick Boxing Indonesia bernomor 103/KBI-NTB/VII/2026 perihal pemindahan venue keluar, mencoret KSB dari peta tuan rumah ajang yang seharusnya dihelat pada 16–21 Juli 2026 mendatang.
Ketua KONI Kabupaten Sumbawa Barat, Andi Laweng, SH, MH, tak mampu menyembunyikan kemurkaannya. Ia menyebut pembatalan ini sebagai preseden buruk yang tidak bisa ditoleransi. Baginya, ini adalah bentuk kegagalan sistemik yang mengabaikan nasib para atlet.
“Segala sesuatu sudah dipersiapkan, jadwal sudah final, fasilitas sudah 100 persen. Namun, kenyataan pahit ini harus terjadi. Ini adalah preseden buruk bagi pembinaan atlet kita,” tegas Andi, kepada wartawan, Rabu 08 Juli 2026.
Di balik layar pembatalan ini, terungkap alasan yang justru menguak arogansi dan kebodohan administratif. Pemindahan venue dipicu oleh tarik ulur birokrasi terkait transfer dana dari KONI ke rekening cabor di Pengkab KSB. Pihak KONI berdalih, dana tersebut disalurkan untuk pengadaan sarana prasarana yang nantinya akan menjadi aset daerah. Namun, skema ini justru dianggap tidak lazim oleh pihak panitia Porprov yang menolak klaim aset tersebut.
Andi Laweng dengan tegas menyebut alasan panitia sangat mengada ada dan tidak menghargai posisi KSB sebagai tuan rumah yang telah berkomitmen penuh.
“Ini namanya kami tidak dihargai oleh panitia. Jangan hal hal sepele dijadikan alasan yang dibuat buat,” tandas Andi.(**)










