Menara SUTET Batu Putih Terancam Roboh, Warga Desak Penanganan Darurat

Sumbawa Barat, insidentb.com | Ancaman serius tengah menghantui warga Desa Batu, Kecamatan Taliwang, Sumbawa Barat. Sebuah menara Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) kini dalam kondisi kritis dan nyaris roboh. Fondasi yang tergerus abrasi sungai yang kian mendekat membuat menara raksasa tersebut kini hanya menyisakan kerentanan yang siap memicu bencana setiap saat.

Kondisi ini semakin diperparah dengan kabel kabel SUTET yang kini terlihat bergelantungan rendah, menciptakan pemandangan mengerikan sekaligus ancaman langsung bagi keselamatan warga yang beraktivitas di bawahnya.

Ketakutan warga kini bukan lagi kekhawatiran, melainkan jeritan minta tolong terhadap potensi tragedi yang bisa terjadi kapan saja.

Menanggapi keluhan warganya, Kepala Desa Batu Putih, Sahriluddin, menegaskan bahwa pihaknya tidak bisa lagi menunggu laporan sebagai formalitas saja. Ia meminta pihak PLTU setempat untuk segera turun tangan dan tidak tutup mata terhadap kondisi yang sudah sangat membahayakan nyawa warganya.

“Kondisi menara ini sudah sangat parah. Abrasi sungai terus menggerus titik berdirinya menara, dan kabel kabel sudah menjuntai rendah. Ini bukan lagi soal kenyamanan, tapi soal nyawa,” ujar Sahriluddin, kepada wartawan, Kamis (25/06/2026).

Selain itu, Sahriluddin meminta agar pihak pengelola segera melakukan langkah konkret berupa penggantian menara atau relokasi secepat mungkin. Menurutnya, pembiaran yang dilakukan saat ini adalah bentuk kelalaian yang mengabaikan keselamatan publik.

“Kami minta pihak PLTU segera turun tangan. Jangan tunggu ada korban jiwa baru bertindak. Menara ini harus segera diganti atau dipindahkan karena posisinya sudah tidak aman lagi akibat abrasi sungai yang terus mengikis lahan di sekitarnya,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada langkah nyata dari pihak PLTU terkait ancaman fisik menara tersebut. Warga Desa Batu kini berada dalam posisi terjepit, tetap beraktivitas di bawah bayang bayang ancaman maut atau menghentikan seluruh sendi kehidupan mereka karena ketakutan atas kelalaian pihak pengelola infrastruktur listrik negara tersebut.