Sumbawa Barat, insidentb.com | Antusiasme tinggi ditunjukkan oleh para pencari kerja di Kabupaten Sumbawa Barat dalam menyambut peluang karier internasional. Sebanyak 179 peserta dinyatakan lolos seleksi tahap pertama program magang dan kerja ke Jepang melalui inisiatif bertajuk Program Prima.
Divisi Ketenagakerjaan Yayasan Pendidikan Adi Luhung Nusantara, Andi Hermawan, diwawancara wartawan mengungkapkan bahwa, animo masyarakat KSB sangat luar biasa. Dari total sekitar 304 data pendaftar yang masuk dengan catatan beberapa peserta mengirimkan data ganda hingga mencapai kisaran 200 data bersih yang terseleksi sebanyak 179 orang berhasil melangkah ke tahap berikutnya.
“Peminatnya di Sumbawa Barat ini cukup tinggi untuk bekerja di Jepang. Ini menjadi catatan bagus untuk program program ke depan,” ujar Andi Hermawan, kepada wartawan, disela sela acara sosialisasi yang berlangsung di Lantai 3, Setda, dihadiri langsung oleh Bupati H. Amar Nurmansyah, Kepala Disnaker serta jajaran pejabat setempat, Selasa (3/8/2026).

Meski mencatatkan angka partisipasi yang tinggi, tahapan penyaringan masih harus dilalui secara ketat. Peserta yang lolos tahap pertama diwajibkan mengikuti serangkaian tes lanjutan meliputi, seleksi matematika, seleksi psikotes dan Tes Fisik yang dijadwalkan mulai pukul 13.00 WITA.
Menariknya, pihak penyelenggara menerapkan pendekatan yang inklusif dan tidak kaku bagi peserta yang berhalangan hadir pada sesi sosialisasi tatap muka. Peserta yang absen tidak langsung dieliminasi begitu saja, melainkan akan mendapatkan treatmentkhusus berupa seleksi berbasis online.
Langkah ini diambil demi mengakomodasi para pendaftar yang memiliki KTP Sumbawa Barat namun saat ini tengah merantau dan bekerja di luar daerah, seperti di Cikarang maupun Madura.
“Kita mengapresiasi teman teman yang sudah hadir. Bagi yang tidak ikut hari ini, tidak ada sanksi. Namun, bagi yang hadir tentu akan mendapatkan nilai realitas lebih karena komitmen mereka,” tegas Andi.
Berdasarkan arahan langsung dari Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, target utama pada gelombang pertama ini adalah menjaring 50 orang peserta terbaik untuk diberangkatkan. Standar mutu dan kompetensi yang tinggi menjadi harga mati guna menjaga kualitas tenaga kerja asal KSB di Jepang.
Meskipun sempat ada usulan dari pimpinan daerah untuk memperbesar kuota hingga 100 orang, pihak penyelenggara menegaskan bahwa kuota definitif untuk tahun ini dipatok sebanyak 50 kursi sesuai alokasi yang tersedia tanpa ada penambahan.
Kendati demikian, masyarakat tidak perlu berkecil hati. Program Prima dirancang sebagai program berkelanjutan. Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat bersama Yayasan Pendidikan Adi Luhung Nusantara telah menyiapkan gelombang gelombang lanjutan untuk tahun tahun berikutnya.
“Program Prima ini program berkelanjutan. Nanti di tahun depan akan ada gelombang kedua, gelombang ketiga, dan gelombang gelombang selanjutnya. Berapapun kuota yang diberikan, kita maksimalkan,” pungkasnya.
Antusiasme tinggi turut dirasakan oleh para peserta seleksi di lapangan. Salah satunya datang dari Tofiq Rifqi Hidayat, yang secara terbuka menyampaikan apresiasi mendalam terhadap pelaksanaan program ini.
Bagi Tofiq, inisiatif mengirim tenaga kerja lokal ke Jepang merupakan langkah luar biasa untuk membuka peluang masa depan generasi muda KSB. Di balik rasa syukurnya, ia juga menyuarakan harapan agar kuota keberangkatan pada gelombang gelombang berikutnya dapat terus ditambah.
“Kami sangat mengapresiasi program ini. Semoga ke depan kuotanya bisa ditambah lagi agar lebih banyak pemuda KSB yang berkesempatan kerja ke Jepang,” ungkap Tofiq penuh semangat.










