Koperasi Tambang Rakyat Jereweh Ulurkan Tangan untuk Korban Kebakaran

Sumbawa Barat, insidentb.com | Langit Desa Beru, Kecamatan Jereweh, seketika berubah kelabu kemarin. Bukan karena mendung, melainkan karena asap hitam yang membumbung tinggi, melahap habis rumah milik An Nur Sidik hingga menyisakan arang dan kenangan yang hangus. Dalam sekejap, harta benda musnah, meninggalkan satu keluarga beranggotakan empat jiwa dalam keterbatasan yang menyesakkan dada.

Namun, di tengah puing puing yang masih menyisakan panas, cahaya kemanusiaan muncul sebagai penawar duka. Tanpa menunggu waktu lama, solidaritas hadir dari Koperasi Tambang Rakyat Tanah Putih Indah dan Koperasi Tambang Rakyat Inyong Inyong Bersatu.

Sadar bahwa kesedihan tidak bisa dibiarkan berlarut, kedua koperasi yang berbasis di Desa Belo ini bergerak cepat memberikan bantuan tanggap darurat. Hari ini, bantuan berupa kebutuhan pokok (sembako), perlengkapan tidur (kasur), hingga santunan uang tunai diserahkan langsung kepada keluarga korban yang kini terpaksa menumpang di kediaman sanak saudara.

Ketua Koperasi Tambang Rakyat Tanah Putih Indah dan Koperasi Tambang Rakyat Inyong Inyong Bersatu, Imam Wahyudin, menegaskan bahwa aksi ini adalah bentuk tanggung jawab sosial sekaligus bukti bahwa keberadaan mereka bukan hanya soal tambang, melainkan soal keberpihakan kepada sesama yang sedang dirundung nestapa.

“Apa yang dirasakan Bapak An Nur Sidik adalah duka kami juga. Kami datang bukan karena berlebih, tapi karena kami paham rasanya kehilangan rumah dan tumpuan hidup. Semoga bantuan sederhana ini mampu meringankan beban mereka di masa sulit ini,” ujar Jabar yang didampingi pengurus lainnya, Sabtu 11 Juli 2026.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa Barat telah melakukan pendataan resmi di lokasi kejadian. Meski bantuan terus mengalir, proses pemulihan bagi keluarga An Nur Sidik tentu masih panjang.

Di balik musibah yang meluluhlantakkan isi rumah, aksi cepat tanggap dari insan koperasi di Jereweh ini menjadi pengingat bahwa di Sumbawa Barat, semangat gotong royong masih menjadi fondasi terkuat untuk bangkit dari keterpurukan.