Lombok Timur, insidentb.com | Pelabuhan Kayangan kembali padat. Ribuan penumpang dan kendaraan terjebak dalam antrean panjang yang mengular hingga keluar area pelabuhan, Minggu (12/7/2026). Kondisi ini memicu kekesalan pengguna jasa yang antri akibat keterlambatan operasional kapal.
Pantauan di lapangan, sejumlah kendaraan tertahan berjam jam di area tunggu. Penumpang meluapkan kekecewaan karena jadwal keberangkatan yang tidak menentu. Keterlambatan kapal sandar menjadi pemicu utama penumpukan yang tak terelakkan ini.
Sejumlah penumpang yang terjebak di lokasi meluapkan kekecewaan mendalam. Mereka menilai pihak pengelola pelabuhan gagal dalam mengelola manajemen lalu lintas kapal.
“Ini bukan hanya antrean biasa, tapi bentuk ketidaksiapan manajemen. Kapal lambat sandar dan jadwal keberangkatan menjadi berantakan. Kami sebagai penumpang sangat dirugikan oleh ketidakpastian waktu ini,” ujar Fikri salah satu penumpang,asal Pulau Sumbawa, kepada wartawan, Minggu 12 Juli 2026.
Ia mendesak pihak otoritas pelabuhan untuk segera mengevaluasi kinerja operasional di lapangan. Mereka menuntut transparansi jadwal dan percepatan proses bongkar muat agar mobilitas penyeberangan kembali normal dan tidak terus menerus mengabaikan hak waktu para penumpang.
Menanggapi kondisi tersebut, General Manager (GM) ASDP Pelabuhan Kayangan, Erlis Setya Wahyudi, menyampaikan bahwa lonjakan ini disebabkan oleh puncak arus balik libur sekolah yang berbarengan dengan tingginya aktivitas angkutan logistik.
“Memang saat ini angkutan logistik ramai, ditambah aktivitas libur sekolah. Saat ini sedang dioptimalkan untuk pemuatannya,” ujar Erlis saat di konfirmasi, sembari mengatakan bahwa disisi lain surut nya air sore ini di dermaga 1 menyebabkan kapal sulit bersandar.
Meski mengklaim sedang melakukan optimalisasi, Erlis tidak menampik bahwa pihaknya harus bekerja ekstra. Ia menegaskan, pihaknya kini tengah mempercepat proses muat di dermaga.
Terkait penambahan jadwal perjalanan (extra trip), Erlis menyatakan hal tersebut tidak bisa diputuskan sepihak oleh ASDP.
“Apabila dibutuhkan penambahan ekstra trip, harus dikoordinasikan terlebih dahulu dengan Dishub NTB untuk penjadwalannya,” pungkasnya.
Untuk itu ASDP mohon maaf dan sedang berusaha optimal bersama stakeholder untuk mengurai kepadatan, dan Para calon penumpang untuk bersabar pada kondisi layanan transportasi penyeberangan sore ini.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian kapan antrean panjang tersebut akan terurai sepenuhnya.










