News  

Polres Sumbawa Barat, Gelar Sosialisasi Sebelum Tindak Tegas Pelaku PETI

InsideNTB.com, Sumbawa Barat – Sebelum melakukan penindakan dan penertiban terhadap pelaku Penambangan Tanpa Ijin (PETI) terlebih, jajaran Polres Kabupaten Sumbawa Barat melakukan upaya pendekatan dengan masyarakat sekitar.

Jajarannya bersama unsur muspika, TNI, Kades Seluruh Kecamatan Brang Rea dan sekaligus melibatkan pelaku PETI mengadakan sosialisasi terkait bahaya mercury dan dampak dari aktifitas PETI. Acara ini digelar di Aula Kantor Camat Brang Rea, Kamis (22/8) Pagi tadi.

(Foto Ist: Terlihat para pelaku PETI saat menggelar sosialisasi)

Sosialisasi ini sebagai bentuk pencegahan terhadap maraknya aktifitas PETI yang mengakibatkan rusaknya lingkungan dan bahaya dari dampak bahan kimia Mercury. Dalam hal ini Polres Sumbawa Barat bersama pemerintah kecamatan setempat mengambil langkah-langkah pencegahan.

Adapun langkah-langkah yang dilakukan jajaran Polres KSB dalam melakukan sosialisasi sesuai dengan amanat UU RI Nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

“Ini upaya pencegahan terhadap aktifitas PETI. Sesuai aturan, kita gelar sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat khususnya yang berada di kecamatan Brang Rea dengan melibatkan seluruh pelaku PETI,” jelas Kapolres Sumbawa Barat AKBP Mustofa, S.IK., MH, saat di hubungi usai pertemuan di gelar.

“Rencananya dalam waktu dekat Satuan Tugas (Satgas) akan terbentuk, draftnya sudah ada. Terlebih dahulu kami lakukan sosialisasi sebelum melakukan penindakan secara hukum terhadap pelaku PETI,” imbuhnya.

Adapun sosialisasi ini, di lakukan sebagai langkah awal untuk memberikan edukasi kepada para pelaku PETI. Karena jika sosialisasi tidak di indahkan maka pihaknya akan melakukan upaya hukum bagi yang melakukan aktivitas gelondong akan di sesuai dengan pasal 103 UU 32 thn 2009 tentang lingkungan hidup.

“Bagi pelaku penambangan kami akan lakukan upaya hukum sesuai dengan pasal 158 UU minerba,” tegasnya.

Selain pelaku penambangan, pelaku penjual Zat kimia pihaknya akan melakukan upaya hukum sesuai dengan pasal UU perdagangan.

“Mudah-mudahan para pelaku PETI bisa memahami terhadap pentingnya menjaga lingkungan, kesehatan terutama bahaya pengaruh Zat kimia berdampak pada kesehatan masyarakat,” harapnya.

Ditempat yang sama, Dandim 1628/SB yang di wakili oleh Pasi Intel Lettu inf Zainul Fahri menyampaikan hal yang sama karena menurutnya, kegiatan sosialisasi ini perlu sekali karena Pemerintah Daerah sangat mendukung sosialisasi-sosialisasi ini di lakukan agar masyarakat di kecamatan Brang Rea mengerti akan bahayanya zat kimia/Mercuri bagi kesehatan.

“Ketika tahapan sosialisasi sudah di laksanakan baru nantinya akan kita lakukan pendataan dan penertiban terhadap penambang,” ujarnya.

Kami juga menyadari bahwa rekan-rekan penambang melakukan aktivitas ini karena beberapa faktor diantaranya faktor sosial, faktor hukum dan yang paling penting karna faktor ekonomi. Tapi tidak pernah melihat dampak dari bahan kimia yang di pakai bagi kesehatan masyarakat di sekitarnya dan kesehatan dirinya sendiri.

“Dengan sosialisasi ini kita harapkan masyarakat mengerti dan memahami tentang Undang-Undang Minerba khususnya mengenai sangsi dan pidana hukuman pelaku PETI,” imbuhnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan melalui Dinas Kesehatan yang di wakili oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), H.M Yusfi Khalid mengatakan, sesuai data yang ada dalam tahun-tahun terakhir ini kami selalu menganalisa dan memantau penyakit yang berkembang di tengah masyarakat.

Di katakan Yusfi, dari sekian kasus penyakit selama ini di tangani pihaknya, sebagian besar di sebabkan oleh pengaruh zat kimia/mercury yang di gunakan oleh penambang emas tanpa melalui pengamanan. Hal itu dari hasil laboratorium bahwa masyarakat di kecamatan Brang Rea sekitar 70 persen tubuhnya terdampak Mercuri.

“Kami dari Dinas Kesehatan memberikan warning tentang bahaya pengaruh dari zat kimia mercury. Karena Imbas dari zat kimia sangat berbahaya bagi kesehatan, terlebih zat kimia yang di gunakan oleh pelaku PETI,” pungkasnya.(ID/SB)

Jabar Terkini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!