Usut Dugaan Rekening Siluman FPT Bakal Gempur Bank NTB Syariah KSB

Sumbawa Barat, insidentb.com | Gelombang perlawanan terhadap dugaan mal administrasi dan bobroknya tata kelola perbankan kembali mencuat di Kabupaten Sumbawa Barat. Front Pemuda Taliwang (FPT) secara resmi mengumumkan rencana aksi unjuk rasa besar besaran yang menyasar kantor Bank NTB Syariah Cabang Taliwang pada Jumat, 6 November 2026 mendatang.

Aksi yang mengusung narasi penegakan akuntabilitas dan perlindungan hak nasabah ini dipicu oleh sederet keresahan publik. Bank plat merah milik daerah tersebut disorot atas dugaan kuat sengketa transaksi sepihak, hingga skandal penciptaan rekening spesimen atau “rekening siluman” atas nama warga tanpa persetujuan maupun izin resmi pemilik identitas.

Koordinator Lapangan FPT, Fikri Insani, menegaskan bahwa tindakan ini tidak bisa ditoleransi dan telah mencoreng asas keberadaan bank syariah yang seharusnya menjunjung tinggi prinsip amanah dan prudent banking.

“Kami tidak akan tinggal diam melihat hak hak masyarakat serta tata kelola keuangan daerah dipermainkan. Ini menyangkut kepercayaan publik dan integritas sistem keuangan di Sumbawa Barat,” tegas Fikri Insani dalam keterangannya, Rabu (04/11/2026).

Selain dugaan rekening bodong, FPT juga menyoroti transparansi pengelolaan dana Penyertaan Modal milik Pemerintah Daerah (Pemda) KSB yang ditempatkan di Bank NTB Syariah. FPT menuntut adanya keterbukaan informasi dan penelusuran secara menyeluruh agar dana APBD tidak menguap atau disalahgunakan oleh oknum tertentu.

Berdasarkan surat pemberitahuan resmi yang berlandaskan UU No. 9 Tahun 1998, aksi protes ini akan melibat sekitar 50 massa aksi dengan titik kumpul di Kantor FPT sebelum memblokade dan menggelar orasi di Kantor Bank NTB Syariah KSB mulai pukul 09.00 WITA.

Dalam aksi tersebut, Front Pemuda Taliwang melayangkan 6 tuntutan keras yang wajib dipenuhi pihak manajemen dan pihak berwenang:

  1. Audit Investigasi Dana Pemda: Menuntut transparansi dan audit investigasi menyeluruh terhadap pengelolaan dana Penyertaan Modal Pemda KSB di Bank NTB Syariah agar dipastikan amanah dan bebas dari penyimpangan.
  2. Klarifikasi Tertulis Rekening Siluman: Menuntut manajemen Bank NTB Syariah memberikan klarifikasi tertulis secara transparan atas munculnya rekening spesimen atas nama warga KSB tanpa izin.
  3. Audit Internal Independen: Mendesak audit investigasi internal yang independen atas segala bentuk transaksi masuk atau keluar sepihak tanpa konfirmasi pemilik identitas.
  4. Tolak Penyelesaian di Bawah Tangan: Menolak segala bentuk penyelesaian sengketa perbankan yang tertutup atau upaya pembungkaman kasus secara sepihak tanpa proses hukum yang jelas.
  5. Terapkan Aturan OJK: Menuntut Bank NTB Syariah konsisten menerapkan prinsip kehati-hatian perbankan (prudent banking) dan tata kelola syariah sesuai aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
  6. Copot Oknum Pejabat Bermasalah: Meminta pencopotan mendesak terhadap oknum pejabat Bank NTB Syariah Cabang Taliwang yang terbukti lalai, menyalahgunakan wewenang, atau terlibat maladministrasi.

FPT menegaskan, meski tuntutan dilayangkan secara terbuka dan tanpa kompromi, jalannya unjuk rasa akan tetap mengedepankan ketertiban, keamanan, dan aturan hukum yang berlaku. Pihaknya memastikan akan terus mengawal kasus ini hingga seluruh tuntutan dipenuhi dan oknum yang terlibat diproses secara hukum.