Musim Panen Tiba, Kadis Pertanian KSB Berikan Himbauan Tegas

  • Bagikan

Sumbawa Barat | Musim panen raya di wilayah Kabupaten Sumbawa Barat saat ini sudah dimulai. Untuk itu pemerintah Sumbawa Barat melalui Dinas Pertanian memberikan himbauan yang ditujukan kepada petani agar segera melaporkan sebelum memasuki masa panen.

Prihal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pertanian KSB, Suhadi, S.P, M.Si, Selasa (8/3/2022). Ia menjelaskan, himbauan ini ditujukan bagi petani yang memasuki masa panen raya untuk segera melapor agar tidak terjadi miss komunikasi dilapangan terkait harga jual gabah yang saat ini dikeluhkan para petani.

Ia menyebutkan, imbauan tersebut disampaikan agar panen raya tahun ini harga jual gabah tetap stabil dan tidak dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Sebab dari informasi yang yang diperoleh pihaknya, terdapat perbedaan harga jual gabah sehingga para petani terpaksa menjual hasil panen mereka dibawah standar.

“Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, melalui penyuluh pertanian yang ada di lapangan, kami sudah perintahkan khusus untuk petani yang akan melakukan panen diminta segera melaporkan seminggu sebelum memasuki masa panen, sehingga dapat memantau jauh-jauh hari,” kata, Suhadi.

Petani yang ada di KSB, diminta pada saat musim panen gabah untuk di sesuai dengan umur panen. Hal itu, kata dia, untuk menjaga kualitas Gabah Kering Panen (GKP) tetap baik sehingga bisa meminimalisir anjloknya harga di tingkat petani.

Selain itu, pihaknya meminta kepada petani, agar sebelum panen untuk menghubungi dinas terkait 1 atau 2 minggu sebelumnya. Dengan demikian Pemda memiliki waktu untuk berkoordinasi dengan Bulog atau mitranya untuk melakukan penyerapan.

Dia juga menghimbau agar Petani bisa menahan diri untuk tidak menjual terlebih dahulu jika harga yang ditawar terlalu rendah. Gabahnya juga bisa dikeringkan lebih dulu dan dijual dalam bentuk kering simpan.

“Saat ini Pemda juga sedang menyiapkan mekanisme penyerapan Gabah petani, yang rencananya akan dikerjasamakan dengan Pihak Ketiga. Mudah-mudahan ini bisa kelar dalam waktu dekat sebelum masa panen puncak,”

Dia mengakui, di beberapa tempat, ada pengepul (yang bukan mitra bulog) yang memanfaatkan situasi dengan membeli gabah petani dibawah HPP dan sangat sulit dikontrol. Dia juga meminta kepada para pengepul untuk membeli gabah sesuai HPP dan tidak mengambil keuntungan yang berlebihan.

Ia menjelaskan, Bulog membeli gabah sudah sesuai dengan standard kwalitas harga 4.200 ada kadar air maksimal 25 persen, kotoran 10 persen dan hampa 5 persen sesuai Permendag.

“Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sesuai Permendag Nomor 24 Tahun 2020 yaitu Gabah Kering Panen 4.200/kg di tingkat petani dan 4.250 di penggilingan, Gabah Kering Giling 5.250 di penggilingan dan 5.300/kg di gudang Bulog,” jelas Suhadi kepada awak media, Selasa, (8/3/2022).

Selain itu, pihaknya mengakui saat ini mitra bulog di Sumbawa Barat masih berkurang. Sehingga terjadi permasalahan harga, bahkan tidak menutup kemungkinan para petani melakukan protes.

“Memang, mitra bulog saat ini masih berkurang. Namun dengan himbauan yang kami sampaikan ini memudahkan kami untuk memantau terkait harga jual gabah jika petani melaporkan musim panen tiba. Yang jelas, kami tidak inginkan petani merugi, tentunya dengan masalah ini kami antisipasi sejak awal. Jangan memainkan harga gabah, belilah gabah petani sesuai ketentuan,” pungkasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!