Bersama OPD, Forkopimda Teken MoU Wujudkan KSB Smart City

  • Bagikan

Sumbawa Barat | Kabupaten Sumbawa Barat adalah salah satu dari 50 daerah di Indonesia pada tahun 2022 ini berkomitmen menuju kabupaten/kota cerdas atau _Smart city_ yang saat ini diprogramkan oleh Kementerian Kominfo.

Untuk menuju kota cerdas, sejumlah Organisasi Perangkat Daerah KSB yang menjadi bagian dari gerakan mendukung smart city menandatangi komitmen bersama dengan Bupati Sumbawa Barat dan Sekertaris Daerah yang dilaksanakan di Kantor Sekretariat Daerah KSB, belum lama ini.

Dalam penandatanganan komitmen tersebut dirangkaikan dengan penutupan Bimbingan Teknis Penyusunan Master Plan Smart city yang telah dilaksanakan selama empat kali yaitu sejak Juni hingga September 2022.

Pembimbing Smart City dari Kementerian Kominfo, Fitrah Rahmat Kausar, mengatakan, KSB adalah daerah yang telah melaksanakan terlebih dahulu praktek-praktek pelayanan yang cerdas baik itu di pemerintahan maupun di Satker lainnya.

Ia optimis, KSB nantinya akan menjadi salah satu acuan atau Role Model pembangunan smart city bagi daerah lain di wilayah timur bahkan acuan pembangunan nasional.

“Kami mendorong kerjasama dan kolaborasi antara Pemda dan pihak lain seperti yang telah dilakukan KSB menjalin kemitraan dengan perusahaan, perbankan, dan Tim Program Daerah Pemberdayaan Gotong royong,” ujarnya.

Ia mengatakan, KSB memiliki Quickwin yaitu program jangka pendek, dan itu bisa menjadi pembelajaran bagi daerah lain. Karena KSB adalah daerah yang telah mendapat banyak prestasi Nasional terkait dengan praktek-praktek yang menjadi basis smart city.

Ia menjelaskan, usai bimtek penyusunan master plan, akan dilaksanakan implementasi program menuju smart city sesuai dengan master plan. Kemudian pada tahun depan akan dilakukan Monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan smart city tersebut.

“Nanti tahun depan KSB akan diundang kembali ke Jakarta untuk mengikuti Monitoring dan evaluasi, sejauh mana program Smart city yang dituangkan dalam Master Plan,” katanya.

Kegiatan menuju smart city ini, tambah dia, akan terus dimonitoring dan dievaluasi. Bahkan pemerintah pusat akan memberikan dukungan kepada daerah yang membutuhkan bantuan dalam pelaksanaan smart city tersebut.

“Pemerintah akan mendukung, misalnya KSB butuh teknologi atau aplikasi pengelolaan lingkungan. Maka Kemenkominfo akan berkolaborasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup untuk mencari solusi,” katanya.

Dalam roadmap Kemenkominfo, smart city akan diikuti oleh kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Pada awalnya tahun 2017 sampai 2019 ada 100 kabupaten/kota yang berkomitmen menjadi anggota smart city. Tahun 2021 sampai 2022 juga 100 kabupaten/kota.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo KSB, Hirawansyah Atta, menjelaskan bahwa kegiatan ini diawali assesmen dari Kemkominfo pada tahun 2021 lalu, dimana KSB merupakan salah satu dari 50 kabupaten/kota di Indonesia yang dianggap berkomitmen untuk menuju smart city.

Hal tersebut ditindak lanjuti dengan MoU antara Bupati KSB dan Kemenkominfo pada tanggal 21 April 2022.

Untuk implementasi kegiatan tersebut, diterbitkan SK Bupati KSB tentang pembentukan Dewan Smart city KSB. Kemudian pelaksanaan Bimtek Penyusunan Master Plan yang dimulai Juni 2022.

Kota pintar (smart city) merupakan upaya-upaya inovatif yang dilakukan ekosistem kota dalam mengatasi berbagai persoalan dan meningkatkan kualitas hidup manusia dan komunitas setempat.

Kementerian Kominfo melalui Direktorat Layanan Aplikasi Informatika Pemerintahan (LAIP) bersama dengan Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian PUPR, Kantor Staf Presiden, Kementerian Keuangan, Kemenko Perekonomian, dan Kementerian PANRB menginisiasi penyelenggaraan Gerakan Menuju Smart City pada 2017 lalu.

Kota Cerdas (smart city) adalah sebuah konsep kota cerdas/pintar yang membantu masyarakat yang berada di dalamnya dengan mengelola sumber daya yang ada dengan efisien dan memberikan informasi yang tepat kepada masyarakat/lembaga dalam melakukan kegiatannya atau pun mengantisipasi kejadian yang tak terduga sebelumnya.

Dalam membangun kota pintar ada enam pilar, yaitu smart governance, smart society, smart living, smart economy, smart environment, dan smart branding.(ADV.Kominfo.KSB)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!