Terkait Tahapan Bandara Kiantar, Anggota Komisi III Segera Panggil Dinas Perhubungan

  • Bagikan

(Foto : Sosialisasi Rencana Pembangunan Bandara Udara di Desa Kiantar, 6 April 2021)

INSIDE NTB.COM, Sumbawa Barat – Rencana pembangunan bandar udara bukan hanya melakukan tahapan sosialisasi dan penentuan harga lahan. Namun, ada beberapa tahapan yang harus dilalui sebelum merealisasikan pembangunan Bandara berlokasi di wilayah Desa Kiantar, Kecamatan Poto Tano.

Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi III DPRD Ahmad, S.Ag, dalam keterangan resminya, belum lama ini menegaskan, pihaknya akan segera memanggil dinas terkait dalam hal ini, Dinas Perhubungan untuk meminta penjelasan sejauh mana perkembangan dan pengerjaan tahapan awal Bandara Kiantar tersebut.

Ahmad, S.Ag, Anggota Komisi III DPRD Sumbawa Barat (Foto : Hasil Tangkapan Layar)

“Iya, dalam waktu dekat kita panggil dinas terkait untuk meminta penjelasan sejauh mana perkembangan dan proses tahapan pembangunan bandara tersebut,” ujarnya.

Selain akan memanggil dinas terkait, pihaknya juga akan memantau setiap tahapan demi tahapan yang akan dilalui sebelum bandara itu di bangun. Sebab, setiap tahapan harus sesuai dengan prosedur dan aturan yang berlaku.

“Ya, kita kawal setiap tahapan yang akan di lalui, jangan sampai ada tahapan yang tidak sesuai prosedur,” tegas Politisi asal Labuan Lalar ini.

Ia mengaku, sejauh ini pemerintah daerah Sumbawa Barat atau pihak ketiga belum melakukan komunikasi dengan pihaknya terutama Komisi III yang membidanginya.

“Benar, belum ada komunikasi dan informasi resmi. Apabila ada informasi, dipastikan komisi III DPRD akan terlibat. Yang jelas, kita minta Pemda KSB lebih serius lagi dan melibatkan semua pihak,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan H. Abdul Hamid, S.Pd, M.Pd dihubungi, Sabtu (15/5/2021) menjelaskan, terkait pembangunan dan proses tahapan bandara Kiantar, belum menjadi urusan teknis pihaknya, sebab belum masuk dalam tahapan pengoperasian.

“Jadi belum relevan kita berbicara sejauh itu. Karena belum masuk dalam tahapan proses pengoperasian. Kan, masih dalam proses pra. Belum ada hubungan kuat dengan pihaknya. Kalau dipanggil untuk RDP kita akan siap untuk hadir. Yang jelas, kami belum bisa menjelaskan secara rinci, sebab ada tim khusus yang lebih paham terkait hal itu,” demikian, kata Hamid, singkatnya.

Diketahui, Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa Barat menunjukkan keseriusan dalam pembangunan Bandar Udara Kiantar. Bentuk keseriusan tersebut dimulai dengan melakukan pengukuran lahan dan pemasangan patok pada titik koordinat lokasi dibangunnya Bandara.

Bahkan, Bupati KSB, Ir. HW, Musyafirin, di beberapa media, menegaskan bahwa seluruh pembiayaan persiapan hingga pembangunan bandara udara yang rencananya akan dibangun di desa Kiantar, akan ditalangi pihak ketiga.

“Kita tidak ada mengeluarkan dana sepeser pun. Semuanya didanai investor mulai dari pembebasan lahannya sampai pembangunannya nanti,” ujarnya.

Bupati bahkan menyebutkan, pihak ketiga yang dimaksud adalah PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT). “Yang danai Amman. Atas inisiasi kita mereka akhirnya setuju mau berinvestasi di bandara itu,” akunya.

Menurut Bupati, pihak ketiga telah mendorong Pemda KSB untuk mempercepat pengurusan tahap awal persiapan pembangunan bandara tersebut. Karena itu, pemerintah sebelumnya telah melakukan sosialisasi awal kepada masyarakat desa Kiantar yang akan menjadi lokasi pembangunan fasilitas gerbang udara itu.

“Kita di desak-desak terus supaya cepat dimulai,” kata Bupati.

Melihat antusiasme warga Kiantar pada sosialisasi perdana, Bupati mengatakan, dirinya optimis persiapan awal rencana pembangunan bandara itu akan cepat rampung. Bahkan ia menyebutkan, Pemda KSB saat ini telah mempersiapkan segala sesuatunya untuk mempercepat seluruh dokumen persyaratan yang menjadi kewenangan daerah.

“Jadi nanti kita kerjanya paralel. Begitu proses pembebasan lahannya jalan. Kita pemerintah juga urus semua syaratnya sampai penerbitan HGB-nya (Hak Guna Bangunan). Target kita 4 bulan ke depan lahan dan dokumen yang jadi kewenangan kabupaten selesai,” janji Bupati.(ID/RED)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!