Nur Afni Rezkika Harumkan KSB di Ajang National Business Plan Competition 2022

  • Bagikan

Sumbawa Barat | Mahasiswi asal Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) Nur Afni Rezkika berhasil meraih juara 1 ajang National Business Plan Competition 2022.

Ajang National Business Plan Competition 2022 yang digelar oleh Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, dalam rangka ‘Festival Muda Mendunia’ baru-baru ini diikuti oleh peserta dari 15 universitas yang ada di seluruh Indonesia dari tanggal 3-6 Juli 2022.

Nur Afni Rezkika mahasiswi Universitas Mataram (Unram), semester 4 jurusan Ilmu Teknologi Pangan ini mengaku bangga atas keberhasilan yang saat ini di raihnya. Ia menuturkan, apa yang di raihnya saat ini merupakan ide bisnis dari inovasi ice cream Minasarua yang popularitas ice cream saat ini semakin meningkat terutama di negara tropis seperti Indonesia.

Nur Afni Rezkika Harumkan KSB di Ajang National Business Plan Competition 2022
(Foto ist: Tropi dan Piagam Juara 1 Ajang National Business Plan Competition 2022)

“Naah, dari gaya hidup generasi milenial dan urban style yang cenderung menyukai es krim membuat permintaan es krim relatif ada sepanjang tahun. Sehingga muncul ide seperti itu. Saya bangga mas, dengan ide bisnis ini saya mendapat juara 1 dalam ajang National Business Plan Competition 2022,” kata Nur Afni Rezkika, kepada wartawan, Rabu (6/7/2022).

Dari data statistik tahun 2019-2020, lanjut Putri dari pasangan Afrizal dan Enny Triana asal Kelurahan Menala, Taliwang ini, bahwa dengan mengkonsumsi es krim per kapita di Indonesia meningkat dari 0,7 liter pada tahun 2019 menjadi 0,73 liter pada tahun 2020. Namun sayangnya, produk es krim yang banyak beredar di pasaran saat ini adalah es krim kaya lemak tetapi rendah serat dan kandungan gizinya untuk tubuh. Sehingga diperlukan alternatif untuk mengoptimalkan kandungan gizi es krim selain maraknya konsumsi es krim di kalangan masyarakat, salah satunya dengan menggunakan bahan rempah-rempah.

“Pemanfaatan rempah-rempah sebagai minuman tradisional di setiap daerah tentu berbeda-beda. Jika di Pulau Jawa terdapat wedang jahe, maka di daerah kota yang terletak di bagian ujung Timur provinsi Nusa Tenggara Barat yaitu Bima, terdapat Minasarua. Minasarua, merupakan minuman yang terbuat dari racikan rempah seperti beras, ketan, ragi, kelapa, jahe, merica, kunyit, gula merah, dan air,” terangnya.

Minuman ini, lanjutnya, terkenal dengan berbagai macam manfaat diantaranya, untuk meningkatkan kebugaran tubuh, mengurangi rasa pegal, mengobati masuk angin, mengobati penyakit maag, menambah nafsu makan, menambah stamina, dan lain sebagainya.

“Minuman Minasarua sangat berpotensi untuk dikembangkan, tetapi sampai sekarang belum ada yang melakukan pengembangan produk terhadap minuman tradisional tersebut. Ini menjadi titik awal munculnya ide untuk menjadikan minuman Minasarua sebagai bahan substitusi pembuatan es krim 2 yang dikombinasikan dengan susu,” tuturnya.

Hal ini, sebutnya lagi, didukung dengan trend back to nature yang mulai digalakkan masyarakat untuk meminimalisir risiko dampak negatif yang ditimbulkan akibat produk yang kurang sehat. Berdasarkan permasalahan dan potensi dari sumber daya alam yang ada di daerah Bima.

“Jadi, kami membuat sebuah inovasi dan peluang bisnis baru berupa Es krim Minasarua yang dapat dinikmati dalam berbagai kondisi tubuh dan cuaca serta dapat meningkatkan stamina tubuh, yakni es krim berbahan dasar susu dicampur dengan Minasarua yang menyehatkan,” ujarnya.

Produk yang dihasilkan ini, menurutnya dapat dijadikan sebagai identitas khas NTB yang dapat diperkenalkan dalam sejumlah even nasional ataupun internasional.

“Di perhelatan MotoGP di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika tahun 2022 atau MXGP Samota menjadi salah satu peluang pemasaran bagi produk Es Krim Minasarua sebagai produk minuman khas lokal,” ujarnya.

Ia mengaku bahwa dalam kompetisi tersebut dirinya bertemu banyak orang-orang baru yang bergerak di bidang bisnis.

“Kedepan saya berharap ide bisnis tersebut dapat bermanfaat dan diterima oleh masyarakat, serta mendapat dukungan dari pemerintah, masyarakat, juga stakeholder. Sehingga, dalam pengembangan bisnis ini bisa berkelanjutan nantinya,” demikian, Nur Afni Rezkika.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!