Terkait Covid-19, Disnaker Minta Perusahaan Tingkatkan Kewaspadaan

  • Bagikan
(Foto ist: Tohiruddin, SH, Kabid HI Disnakertrans KSB)

Sumbawa Barat – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) menghimbau kepada seluruh perusahaan untuk tidak terlena dengan situasi Covid -19 yang kian melemah di tanah Pariri Lema Bariri.

Disnakertrans minta perusahaan tetap waspada. Karena bisa saja muncul second wave (gelombang kedua,red) penyebaran Corona atau virus lainnya termasuk varian baru yaitu Omicron,” ungkap Kepala Dinas Nakertrans, Ir. H. Muslimin melalui Kepala Bidang Hubungan Industrial, Tohiruddin,.SH, Senin (13/12/2021).

Tohir sapaan akrabnya menghimbau kepada semua perusahaan yang beroperasi di KSB. Disnaker berharap perusahaan tetap melakukan tindakan kewaspadaan terhadap Covid -19. Intens dan tetap melakukan kegiatan deteksi, pencegahan, respons, dan antisipasi munculnya Covid -19 di Perusahaan. Terhadap apa yang kami himbau ini dapat menjadi perhatian dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya serta penuh tanggung jawab.

“Meretas peredaran virus ini adalah tanggung jawab bersama. Untuk itu, tetap saling menjaga dan saling mengingatkan untuk menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari,” bebernya.

Tohir meminta kepada perusahaan untuk menyegarkan lagi kegiatan deteksi, pencegahan, responsif, dan antisipasi terhadap Covid -19 dengan melakukan sosialisasi tentang gejala, tanda, dan cara mencegah penularan infeksi akibat virus dimaksud kepada pegawai berupa penyuluhan langsung ataupun dengan media cetak (banner, leaflet, videotron, sticker dll).

Ia kembali meminta kepada perusahaan agar tetap menyediakan alat thermogun untuk mendeteksi dan memantau suhu tubuh karyawan.

“Berikan edukasi dan pembinaan untuk menggunakan masker, membatasi kontak dengan orang lain hingga terapkan etika batuk (menutup mulut / hidung saat bersin / batuk dengan menggunakan tissue),” bebernya.

Bila perlu, sarannya beri hukuman bagi yang melanggar. Dengan catatan aturannya disepakati bersama agar jangan sampai menimbulkan keributan di kemudian hari.

“Indonesia belum aman. Pemerintah masih berjibaku dengan virus ini,” tandas Tohiruddin.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!