Pjs Bupati KSB Pastikan, Panggil Perusahaan AMNT

  • Bagikan

InsideNTB.com, Sumbawa Barat – Pelaksana Sementara (Pjs) Bupati Sumbawa Barat, Dr. H. Agus Patria menegaskan, akan memanggil managemen PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PT. AMNT) terkait maraknya pekerja import di wilayah pertambangan Batu Hijau.

Hal itu, merupakan tindaklanjut atas tanggapan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa Barat, terhadap informasi yang beredar ditengah masyarakat.

“Iya, hari Senin ini, kita pastikan memanggil pihak managemen PT AMNT. Kita panggil untuk dimintai keterangan dan klarifikasinya,” kata Agus Patria, usai menggelar konferensi pers sekaligus dirangkaikan acara silahturahmi bersama awak media Se-KSB, bertempat di Graha Fitrah, Sabtu (3/10/2020).

(Foto Ist : Pjs Bupati KSB, bersama Awak Media Online dan Cetak menggelar Konferensi Pers dan Silahturahmi)

Pemanggilan ini, kata dia, ingin memastikan dan mendengarkan langsung alasan pihak perusahaan mendatangkan pekerja dari luar daerah.

“Ini menjadi attensi kami. Yang jelas Hari Senin depan kita panggil,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, mantan Eks PT NNT, Joni Saputra, SH, sangat menyayangkan perekrutan di lakukan oleh perusahaan PT Macmahon mitra bisnis PT AMNT yang mendatangkan pekerja import.

Bukan itu saja, bahkan dirinya meminta Pemkab Sumbawa Barat, mengambil langkah tegas dan memanggil pihak managemen untuk memberikan penjelasan.

“Kita desak Pemkab KSB, memanggil managemen untuk mengklarifikasi maraknya tenaga kerja import yang diduga di rekrut perusahaan PT Macmahon mitra bisnis PT AMNT,” ungkap Joni Saputra, SH.

Apalagi, kata dia ditengah kondisi pandemi Covid-19 seharusnya perusahaan membuka peluang sebesar-besarnya bagi pekerja lokal, bukan malah merekrut tenaga kerja import hingga saat ini membanjiri perusahaan tambang emas diwilayah Batu Hijau.

Menurutnya, pengawasan lebih optimal dilakukan pemerintah saat ini, karena ini penting mengingat keluar dan masuknya pekerja dari luar daerah harus terdata. Bahkan ia menuding pemerintah terkesan tutup mata terhadap masalah tenaga import.(ID/RED)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!