Benarkah Ada Skenario Paksa Nasdem Gandeng Haji Firin

  • Bagikan

‘Oknum Politisi Nasdem diduga Jadi Alat Negosiasi’
InsideNTB.com, Sumbawa Barat – Tensi politik jelang Pilkada Sumbawa Barat 2020 mulai meninggi. Situasi ini ditandai dengan munculnya propaganda saling klaim, bahwa petahana, Musyafirin tidak pecah kongsi.

Padahal, suasana berbeda justru diperlihatkan oleh internal partai PDI P dimana kendaraan politik, Bupati petahana, H.W.Mjsyafirin. Suasana kian memanas ketika sejumlah kader PDI P membantah sinyal koalisi dengan Nasdem. Ini secara tidak langsung diungkap, Anton, ketua tim penjaringan PDI P.

Sebagaimana sudah dirilies media, Anton menegaskan partainya masih dalam survey internal untuk menentukan siapa yang digandeng H.Musyafirin. Belum ada rencana koalisi atau pembicaraan tentang koalisi dengan partai manapun. PDI P secara jelas kata Anton, memintai partai lain tidak mengklaim bakal calon dari kadernya seolah olah sudah final dengan politisi partai lain. Sebab semuanya belum diputuskan PDI P.

“Kita masih fokus ke penjaringan internal. belum ada koalisi. Kita masih survey internal,” kata, Anton kepada sejumlah wartawan.

Sebelumnya, Nasdem mengumumkan, telah menerima pendaftaran Musyafirin berpasangan dengan Fud Saifuddin. Pendaftaran itu disampaikan langsung ke DPW, tanpa melalui DPD Nasdem. Pernyataan juru bucara Nasdem Mustafa yang di benarkan ketua DPD, Jamaluddin Revi ini, kontan menimbulkan spekulasi negatif.

Ini terlihat dari banyaknya komentar netizen di media sosial yang menilai Nasdem tidak konsisten. Paslon ini tiba tiba tidak mengembalikan berkas ke DPD malah langsung ke DPW. Padahal mereka mendaftarkan diri melakui DPD. Anehnya, pendaftar yang lain tidak di perlakukan sama dan diumumkan oleh DPD Nasdem, tidak seperti Musyafirin dan Fud.

Belakangan, Musyafirin justru tidak mengeluarkan statemen apapun membenarkan mengembalikan berkas ke Nasdem secara terbuka.

Yang menarik, muncul statemen menggelitik dari akun atas nama ‘Orangan’ di medsos. Ia menyebut, oknum politisi yang juga anggota dewan Nasdem, Masadi senagaja datang menemui Musyafirin dan memaksa Bupati yang terkenal pendiam tersebut untuk mendaftarkan diri berpasangan dengan Fud Saifuddin ke Nasdem. Padahal Musyafirin tidak berminat.

“Tapi karena terus didesak, Musyafirin terpaksa mengiyakan,” tulis akun tersebut.

(Foto : Salah satu komentar akun Orangan di Sosmed)

Akibat statemen akun ini, muncul tuduhan oleh akun lainnya bahwa Masadi dan partainya diduga digunakan atau dijadikan alat oleh elit partai lain untuk membangun opini bahwa pasangan Musyafirin Fud tetap solid dan tidak pecah kongsi.

Lantas bagaimana reaksi Paslon lain yang terlebih dahulu mendaftar ke Nasdem, atas fenomena ini?

Ustad M.Nur Yasin Bakal Calon Bupati yang ikut mendaftar di konfirmasi media, Senin (28/10) mengaku telah mengkonfirmasi dua hari lalu kepada ketua DPW Nasdem NTB, Muhammad Amin. Amin memperbolehkan, pengembalian berkas pendafataran Paslon langsung ke DPW hanya saja, berkas itu akan di kembalikan juga ke DPD Kabupaten.

“Kalau saya dengar penjelasan pak ketua Nasdem NTB dan Revi gak ada yang berbeda, tapi saya gak tahu ada apa di balik ini. Silahkan tanya mereka saja,” kata, Ustad Nun singkatnya.

Sementara itu, ketua DPD Nasdem Sumbawa Barat merasa tidak pernah merayu atau memaksa siapapun untuk mengikuti penjaringan kami. Bicara koalisi kami belum berpikir berkoalisi denga partai manapun.

“Kalo urusan komunikasi kami membangun komunikasi dengan beberapa partai dan saya pikir itu lumrah, kalo ada partai yang merasa keberatan dengan kadernya mendaftar ke Nasdem ya jangan salahkan Nasdem, tegur saja kadernya,” tandasnya.

Kalaupun ada tuduhan bahwa oknum partai jadi alat negosiasi bagi pasangan tertentu saya pikir itu pandangan pribadi- pribadi saja. Sejauh ini kami baik-baik saja dan kami tetap solid. Proses Penjaringan kami masih berjalan dan kami belum mengambil keputusan apa-apa terkait calaon-calon yang akan di usulkan ke DPW dan DPP.

“Sekali lagi saya katakan, bahwa tidak ada yang kami perlakukan istimewa, saya menjamin bahwa perlakuan kami sama. Kader kami saja tidak kami istimewakan apalagi kader partai lain,” pungkasnya.

Terpisah, Sekjen DPD Nasdem mewakili Tim penjaringan Masadi, SE., membantah bahwa kami (Tim penjaringan-red) tidak pernah memaksa siapapun yang mendaftar. Urusan banyak calon yang incar Nasdem wajar saja. Kami konsisten dan sangat serius.

“Urusan orang daftar paket atau adanya kesan kami paksakan silakan tanya calon itu, jangan tanya ke kami apalagi kami mau diajak koalisi, siapapun kami siap, gak juga gak masalah kok,” cetusnya.

Nasdem lanjutnya, tidak rugi apapun dalam hal ini, apalagi mau untung. Hanya untung berkas yang tidak diantar oleh yang bersangkutan saja kami tolak apalagi mau paksa orang datang pasangan atau paket calon.

“Kalau urusan dukungan, kami menunggu hasil survey dari DPP sudah jelas dengan tim surveynya. Fokus kami sekarang berbicara pendaftaran bukan dukungan atau koalisi,” tukasnya.
(ID/Kebas)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!