Sumbawa Barat, insidentb.com | Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Sumbawa Barat, mulai menggeser pola pikir pembudidaya lokal dari sekadar konsumsi rumah tangga menjadi orientasi bisnis. Langkah ini diambil untuk menutup celah defisit ikan yang mencapai 1.400 ton per tahun.
Kepala Dinas Perikanan KSB, Agus Purnawan menegaskan, KSB merupakan konsumen ikan terbesar di NTB, namun pasokan lokal masih jauh dari cukup. Dengan total kebutuhan 6.558 ton per tahun, produksi lokal hanya mampu menyuplai 5.416 ton.
“Selama ini pembudidaya kita masih sekadar untuk konsumsi sendiri. Kami ingin mengubah ini agar ikan air tawar menjadi raja di tanahnya sendiri sebagai persiapan pasca-tambang,” tegas Agus.
Untuk merealisasikannya, Diskan menetapkan target produksi 50 ton ikan air tawar melalui penebaran 400 ribu bibit pada tahap awal. Program ini hanya menyasar kolam kolam aktif yang dinilai serius agar memberikan dampak ekonomi nyata.
Guna menjamin keberlanjutan, pemerintah kini tengah menjajaki kemitraan pasar dengan perusahaan besar di KSB agar hasil panen pembudidaya terserap optimal. Ia berharap kemitraan tidak hanya dikuasai satu perusahaan untuk menghindari praktik monopoli.
“Kami merancang skema dari hulu ke hilir agar pembudidaya tidak selamanya bergantung pada bantuan pemerintah,” tutupnya.(**)










