Bencana Banjir di Kota Bima

  • Bagikan

Oleh : Lis Yanti

Mahasiswi : UIN Mataram

Baru-baru ini banjir yang melanda Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada, Minggu (28/11/2021) meluas hingga merendam permukiman warga di sejumlah Kelurahan.

Banjir di Kota Bima terjadi akibat terjadinya hujan deras yang mengakibatkan meluapnya debit air sungai, berdasarkan laporan data Pusdalops BPBD Kota Bima, sedikitnya 14 Kelurahan dilaporkan terendam banjir bandang.

Seperti dikutip dari siaran pers BNPB, BPBD Kota Bima telah mengevakuasi warga yang terdampak banjir di 4 kecamatan, yaitu Kecamatan Asakota, Rasanae Barat, Raba dan Mpunda. BPBD dibantu personel TNI dan Polri dalam mengevakuasi warga.

“Saat ini pihak BPBD masih melakukan pendataan warga yang mengungsi sementara waktu. Selain evakuasi, dapur umum telah disiagakan untuk melayani kebutuhan makanan warga terdampak atau pun mereka yang mengungsi,” ujar Abdul Muhari selaku Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB dalam siaran resmi.

Dampak lainnya pada kerusakan sarana dan prasarana berupa 1 unit jembatan putus yang berada di depan terminal Jatibaru. Peristiwa itu terjadi setelah hujan lebat mengguyur wilayah Bima sehingga debit air Sungai Jatibaru dan Sungai Kendo meluap. Tinggi muka air terpantau berkisar 10 hingga 100 cm.
Akibatnya, warga panik saat rumah mereka tiba-tiba terendam banjir setinggi 50 sentimeter. Banjir ini juga melumpuhkan arus lalu lintas sejumlah ruas jalan di Kota Bima yang terendam air dan lumpur.

Pada analisis kajian bahaya inaRISK, Kota Bima termasuk wilayah dengan potensi bahaya banjir kategori sedang hingga tinggi. Sebanyak 5 kecamatan yang berada pada bahaya tersebut, termasuk daerah yang saat ini diberitakan terdampak banjir.

Banjir yang terjadi di sejumlah lokasi itu, menurut Najamudin, terjadi lantaran hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi di wilayah bagian timur Kabupaten Bima.

Saat ini, petugas BPBD bersama aparat terkait lainnya telah turun ke lokasi banjir untuk membantu evakuasi. Ia juga memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, beberapa keluarga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman karena tempat mereka terdampak.

Najamudin mengatakan, pihaknya masih terus berupaya melakukan pendataan guna memastikan berapa banyak warga di daerah tersebut yang terdampak banjir. Pihaknya juga masih terus bersiaga kendati banjir sudah mulai surut.

Masyarakat dihimbau untuk tetap waspada terhadap kejadian bencana yang dapat terjadi secara tiba-tiba, memasuki musim penghujan disertai dengan periode fenomena La Nina yang masih terjadi. Untuk tetap update cuaca terkini dari media terpercaya, agar siapapun selamat dan terhindar dari bencana.

 

Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: insidentb@gmail.com,/redaksiinside2019@gmail.com.

Terima kasih.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!