Ironis, Ditengah Pandemi Toko Ritel di KSB Kian Menjamur

  • Bagikan

InsideNTB.com, Sumbawa Barat – Ironis, di tengah kondisi perekonomian masyarakat yang serba sulit dengan adanya pandemi Covid-19, toko modern waralaba justru kembali menjamur di Kabupaten Sumbawa Barat.

Berdasarkan pantauan di lapangan, hanya dalam kurun waktu satu bulan lebih 6 titik toko modern waralaba baru yang saat ini masih proses pembangunan. Padahal di KSB sendiri jumlah toko modern waralaba sudah sangat menjamur bahkan terkesan tidak sesuai dengan aturan keberadaan toko modern yang ditetapkan pemerintah.

Merespon terkait itu, salah satu penggiat Abbas Kurniawan mengatakan, pemerintah perlu mencermati kondisi di lapangan terkait kembali bermunculannya toko modern sistem franchise.

“Akibat menjamurnya Toko modern di Wilayah Sumbawa Barat membuat sejumlah UMKM di wilayah tersebut mati suri. Bahkan, dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB 2018 mengungkap persoalan ekonomi kerakyatan dalam kondisi keterancaman. Sebab menjamurnya minimarket atau ritel modern berjaringan memicu tergerusnya wirausaha kecil. Kita minta proses pembangunan ritel segera di stop,” ungkap Abbas dalam keterangannya, Minggu (24/1/2021).

Ritel modern, kata dia mula-mula, kebaradaannya hanya di jumpai di kota-kota. Pelan tapi pasti, jumlahnya kian banyak. Kini menggerogoti hingga ke desa-desa.

Tentu ia tak masuk begitu saja. Dirinya menduga ada campur tangan pemerintah daerah hingga minimarket dengan jaringan ritel yang menggurita ini tiba-tiba saja jumlahnya terus membengkak.

Sangat tak bisa dibayangkan makin terjepitnya pedagang-pedagang kecil. Ritel modern ini secara terbuka dipertemukan pada medan tarung head to head dengan pedagang-pedagang kecil.

“Bagaimana mungkin jaringan bisnis dengan pemodal raksasa ini dapat ditaklukkan oleh pedagang-pedagang tradisional yang modalnya hanya kacangan,” ujarnya.

Menurutnya, ada perbedaaan yang mencolok, antara ritel modern dan kios-kios kecil yang ada di sepanjang jalan. Kios-kios milik pedagang tradisional hanya disiram cahaya lampu remang-remang. Di bagian lain, ritel modern nampak gemerlap. Terang benderang. Secara psikologis rasanya lebih mantap berbelanja disana.

“Tentu hal inj tidak bisa kita biarkan, karena sebelumnya toko ritel dalam setiap terbit izin alfarmart ada komitmen terkait CSR dan prodak UMKM yang seharusnya di tampung, namun hingga kini prakteknya nol besar,” geramnya.

Ia juga meminta pemimpin daerah ini segera bersikap terhadap menjamurnya toko ritel modern yang menjamur di KSB.

“Saya yakin pak Bupati tidak tahu ulah oknum di bawahnya. Yang jelas kita minta, pemerintah KSB tidak lagi mengeluarkan izin untuk operasional toko modern, mengingat saat ini kondisi pandemi Covid-19,” pungkasnya.(ID/RED)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!