Di Tengah Pandemi, SDN Sermong Gelar Upacara Peringatan HGN dan HUT PGRI ke 75

  • Bagikan

InsideNTB.com, Sumbawa Barat – Upacara Bendera Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) dan HUT PGRI ke 75 Tahun 2020 di SD Negeri Sermong, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat, berjalan sederhana dan penuh khidmat, Rabu (25/11/2020).

Karena masih dalam situasi pandemi Covid-19, upacara bendera peringatan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke 75 diselenggarakan secara sederhana dan terbatas, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 yang telah ditetapkan Pemerintah.

Upacara Bendera atau Apel Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke 75 tahun 2020 di SDN Sermong dengan mengusung tema “Bangkitkan Semangat Wujudkan Merdeka Belajar”.

Para peserta upacara diikuti oleh guru dan tenaga kependidikan SDN Sermong, terlihat berdiri dengan jarak sekitar dua meter dengan mengenakan masker. Hal yang sama juga berlaku kepada petugas upacara.

Bertindak sebagai pembina upacara, Kepala SDN Sermong, Muhammad Taufik, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan, Peringatan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke 75 tahun 2020 ini sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun ini semua sekolah memperingatinya dalam situasi pandemi Covid 19.

Dalam pidatonya, Ia mengatakan, Peringatan Hari Guru Nasional 25 November berkaitan dengan sejarah lahirnya Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang diawali oleh Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) pada tahun 1912.

PGHB memperjuangkan nasib para anggotanya yang memiliki pangkat, status sosial dan latar belakang pendidikan yang berbeda. Sejalan dengan keadaan itu maka di samping PGHB berkembang pula organisasi guru baru.

Pada tahun 1932 nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) diubah menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI).

Perubahan nama ini mengejutkan pemerintah Belanda, karena kata “Indonesia” yang mencerminkan semangat kebangsaan sangat tidak disenangi oleh Belanda. Sebaliknya kata “Indonesia” ini sangat didambakan oleh guru dan bangsa Indonesia.

Pada zaman pendudukan Jepang segala organisasi dilarang, sekolah ditutup, Persatuan Guru Indonesia (PGI) tidak dapat lagi melakukan aktivitas. Situasi berubah ketika Indonesia menyatakan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945.

Semangat kemerdekaan itu melahirkan Kongres Guru Indonesia pada tanggal 24-25 November 1945 di Surakarta. Guru dan pegawai pendidikan berkumpul dan mendirikan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

Sebagai penghormatan kepada guru, pemerintah Republik Indonesia dengan Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994, menetapkan hari lahir PGRI tanggal 25 November sebagai Hari Guru Nasional, dan diperingati setiap tahun.

“Nah, inilah sejarah singkat lahirnya organisasi PGRI. Yang hari ini kita laksanakan,” urai, Muhammad Taufik, Kepala SDN Sermong dalam sambutannya selaku pembina upacara.

akhir sambutannya, Muhammad Taufik mengucapkan “Terimakasih kepada bapak ibu guru dan tenaga kependidikan, yang penuh semangat dan khidmat dalam mengikuti upacara ini. Khususnya kepada bapak ibu guru petugas upacara. Sangat luar biasa,” ungkapnya

Pantauan media dilokasi, Upacara Bendera Peringatan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke 75 Tahun 2020, dimulai pukul 08.00 WITA, yang diikuti oleh bapak ibu guru dan tenaga kependidikan SDN Sermong, dilakukan secara terbatas dan sederhana dilpangan upacara SDN Sermong, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 yang telah ditetapkan Pemerintah.(ID/YD)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!