News  

Hore, BLT DD Untuk Warga Terdampak COVID-19 di Desa Lampok Akhirnya Cair

InsideNTB.com, Sumbawa Barat – Pemerintah Desa Lampok, Kecamatan Brang Ene, Kabupaten Sumbawa Barat, realisasikan Bantuan Langsung Tunai (BLT), untuk tahap pertama, periode bulan April, Rabu(20/5/2020). Dana yang bersumber dari Dana Desa (DD) tersebut diserahkan kepada warga yang terkena dampak Covid-19 di aula Kantor Desa Lampok

Dari pantauan insideNTB.com, para warga penerima BLT patuh dengan protokol kesehatan penanganan covid-19, yakni dengan mengenakan masker. Sebelum masuk ke ruangan registrasi data untuk penerima bantuan uang tunai sebesar Rp 600 ribu/bulan, warga harus antre terlebih dahulu mengisi daftar hadir dan menyerahkan dokumen administrasi, seperti fotocopy KK dan KTP sebagai persyaratan pencairan bantuan BLT DD.

Selanjutnya, penerima bantuan harus dicek suhu tubuhnya masing-masing dengan menggunakan thermal gun. Para petugas pun patuh dengan protokol kesehatan dengan mengenakan masker, face shield, dan sarung tangan.

Salah satu warga penerima bantuan langsung tunai (BLT) dari anggaran Dana Desa, mengaku senang dan bahagia dengan bantuan uang tunai Rp 600 ribu dari pemerintah.

“Ini bantuan pertama, senang sekali, alhamdulillah saya bersyukur dan bahagia, karena dengan adanya bantuan ini, bisa meyambung hidup, apalagi saat ini mau dekat lebaran. terima kasih, bantuan ini sangat bermanfaat sekali bagi saya,” kata warga yang eggan disebut namanya kepada wartawan setelah menerima bantuan tersebut.

Dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari dana desa tahun anggaran 2020 ini di salurkan setelah melalui proses sinkronisasi dan validasi data yang cukup teliti dari satuan tugas yang terdiri dari unsur pemerintahan desa, BPD dan relawan.

Setelah melalui proses validasi data team satgas penanganan covid 19 berhasil mendata sebanyak 91 KK di desa Lampok, Kecamatan Brang Ene berhak mendapatkan BLT untuk 3 bulan yang mana perbulan masing-masing KK mendapatkan bantuan sebesar Rp 600rb/bulan

“Sebanyak 91 kepala keluarga yang berhak menerima bantuan selama Pandemi Covid-19 ini, tidak termasuk kepala keluarga yang telah menerima bantuan-bantuan sosial lainnya dari pemerintah termasuk PKH, BPNT, JPS Gemilang, BST, maupun bantuan lain yang sejenis,” ungkap Kepala Desa Lampok, Kartono HS, saat memberikan kata sambutannya di hadapan penerima BLT dana desa.

Di jelaskan, dari 306 kepala keluarga KK hanya 91 KK yang berhak mendapatkan bantuan dari anggaran Dana Desa. Adapun untuk bantuan JPS Gemilang 14 KK, PKH, BPNT 49 KK, dan BST dari Kementerian Sosial sebanyak 72 KK dan sisanya telah di anggap mampu dan tidak berhak menerima bantuan.

Dikatakan, bahwa 91 KK yang mendapatkan bantuan dari anggaran DD ini, pihaknya memastikan diluar dari masyarakat yang sudah terdata baik itu di PKH, BST, JPS, BPNT ataupun bantuan lainya yang sejenis.

“Hari ini kami akan menyalurkan BLT dana desa kepada 91 KK dengan besaran 600 ribu per KK untuk tahap pertama, periode Bulan April. Semoga itu bisa membantu warga ditengah Pandemi Covid-19, dan kami berharap agar wabah ini segera berlalu supaya kita bisa beraktivitas seperti sediakala,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan, atas nama pemerintah desa Lampok mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu masyarakat dalam mengatasi pandemi Covid 19 yang sedang mewabah sekarang ini, semoga cepat teratasi dengan baik.

“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat desa Lampok untuk tetap komitmen patuh pada protokol kesehatan pemerintah dan tetap berdiam di rumah. Sekiranya memang mendesak untuk keluar di harapkan agar tetap mematuhi social distancing jaga jarak dan memakai masker guna menjaga diri dan membantu kami dalam memutuskan mata rantai penularan virus Covid-19 ini,” demikian tutupnya.

“Harapan saya setelah BLT disalurkan, bisa membantu untuk kebutuhan sehari hari dan saya memohon uang BLT jangan difungsikan untuk keperluan lain yang tidak bermanfaat, tapi tolong difungsikan untuk pembelian sembako. kemudian, bagi warga yang tidak masuk dalam pendataan oleh tim, dan benar-benar dianggap layak menerima bantuan, agar bisa dilaporkan ke RT, Kepala Dusun, atau langsung mendatangi kantor desa” Demikian tutupnya.

Turut hadir dalam penyaluran bantuan tersebut, Camat Brang Ene, BPD, Babinsa, Bhabinkantibmma, Aparat Desa dan Masyarakat penerima manfaat.

Untuk diketahui, besaran anggaran masing-masing desa dilihat dari total alokasi dana desa yang didapat. Sumber dari menteri desa PDTT yang menyebutkan, jika desa memiliki anggaran dana desa dibawah Rp. 800 juta maka 25% dimanfaatkan sebagai BLT DD, sedangkan yang anggarannya Rp. 800 juta sampai 1,2 Milyar maka besarnya 30% untuk BLT DD, adapun yang berhak menerimanya adalah warga desa yang mata pencahariannya hilang akibat Corona dan tidak menerima bantuan perlindungan sosial lainnya dari pemerintah.(ID/HD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!