Menjadi Destinasi Wisata Dunia, KLU Persiapkan SDM

  • Bagikan

InsideNTB.com, Lombok Utara – Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Utara (KLU) menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Pemandu Wisata Diving yang di selenggarakan di Warung Mimpi Manis, Gili Meno, Kecamatan Pemenang.

Acara ini mulai di gelar tanggal 10-13 Oktober 2019 dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan KLU, Pidi Eka Kusuma didampingi oleh Kabid PSDM Abdul Goib Annas.

Adapun jumlah peserta sebanyak 40 orang yang merupakan para diving yang ada di Gili Meno, Gili Air. Narasumber berasal dari staf pariwisata RI, unsur TNI AL, Polair, Basarnas, serta instansi terkait.

Annas selaku ketua panitia dalam laporannya mengungkapkan, bahwa tujuan dari kegiatan pelatihan ini dalam rangka memberikan ketrampilan, skill, pengetahuan bagi para diver, sehingga para pemandu wisata diver yang ada di tiga gili untuk bisa menjadi diver yang profesional sesuai dengan menjadi harapan dan keinginan pemerintah, bisa melayani tamu dengan baik.

Lebih jauh Annas mengungkapkan bahwa melalui kegiatan ini juga, para diver akan diberikan sertifikat sehingga mereka tidak lagi menjadi diver yang ilegal.

“Diharapkan pariwisata di Lombok Utara akan menjadi lebih baik dan lebih bagus dengan adanya diver yang telah dilatih,” kata dia, Kamis (10/10) Kemarin.

Sementara, Kadis Pariwisata dan Kebudayaan dalam sambutannya mengungkapkan bahwa dalam rangka Lombok Utara menjadi Destinasi Dunia perlu disiapkan SDM.

“Salam rangka Lombok Utara menjadi destinasi wisata dunia, perlu menyiapkan para pelaku wisata khususnya para pemandu wisata diving yang profesional, berlisensi dan bersertifikat di kabupaten Lombok Utara,” ungkapnya.

Menurutnya, para peserta akan diberikan materi, pengetahuan serta praktek yang langsung dipandu oleh narasumber sekaligus instruktur.

Selain itu juga para peserta diberikan pengetahuan tentang pengamanan laut, penyelamatan serta bidang kesehatan.

“Praktek lebih banyak diberitakan kepada para peserta tentang diving, sedangkan materi lebih sedikit,” jelasnya.

Setelah mengikuti kegiatan pelatihan ini, sambungnya, para diver bisa membentuk sebuah komunitas, persatuan untuk para diver sebagai wadah mereka.

“Pemerintah daerah Lombok Utara menginginkan semua profesi harus memiliki organisasi persatuan dan komunitas profesi,” tukasnya.(ID/MSJ)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!