KSB Genjot Budidaya Ikan, Targetkan 50 Ton per Siklus

Sumbawa Barat, insidentb.com | Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat melalui Dinas Perikanan menargetkan produksi ikan mencapai 40 hingga 50 ton per siklus guna menekan defisit pasokan yang mencapai 1.200 ton setiap tahun.

Kepala Dinas Perikanan KSB, Agus Purnawan, menegaskan bahwa program ini menyasar pembudidaya aktif agar bantuan bersifat produktif.

“Fokus kami adalah mereka yang sudah memiliki usaha berjalan. Bantuan benih dan pakan akan langsung menyasar pembudidaya siap kerja,” ujar Agus, kepada wartawan, Senin (7/6/2026).

Program yang dibiayai APBD Perubahan 2026 ini akan menebar 400 ribu benih ikan, dengan fokus komoditas pada nila dan lele.

“Realisasi di lapangan dijadwalkan berlangsung pada Agustus hingga September mendatang. Salah satu langkah strategis adalah pengembangan kawasan Dasan Anyar seluas 11 hektare sebagai sentra nila salin,” terangnya.

Ke depan, pemerintah daerah juga akan mengadopsi teknologi Recirculating Aquaculture System (RAS) atau metode budidaya ikan modern yang menggunakan sistem sirkulasi air tertutup dan terkontrol. Air didaur ulang dan digunakan kembali secara terus menerus melalui serangkaian penyaringan (filtrasi) untuk menjaga kualitas air tetap bersih, sehingga tidak perlu sering membuang atau mengganti air baru.

“Sistem RAS ini salah satu bentuk efisiensi produksi,” jelasnya.

Secara ekonomi, proyeksi ini cukup menjanjikan. Dikatakan, dengan target 40 ton per siklus dan estimasi harga Rp25 ribu per kilogram, perputaran ekonomi di sektor ini diprediksi mencapai miliaran rupiah.

“Langkah ini tidak hanya untuk memenuhi konsumsi domestik, tetapi juga menyokong kebutuhan industri serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.(**)