Diduga Melanggar, Disnaker KSB Panggil Manajemen CV. Akar Daya Mandiri

(Foto ist: Tohiruddin, SH, Kabid HI Disnakertrans KSB)

InsideNTB.com, Sumbawa Barat – Dinas Ketenagakerjaqn dan Transmigrasi (Disnakertrans), Kabupaten Sumbawa Barat, akan memanggil pihak Managemen CV. Akar Daya Mandiri, diduga melanggar norma ketenagakerjaan.

(Foto Surat Panggilan CV. Akar Daya Mandiri Dari Disnakertrans KSB)

Kepala Disnakertrans, melalui Kabid HI Tohiruddin, SH, mengaku sudah melayangkan surat panggilan kepada manajemen CV. Akar Daya Mandiri.

“Sudah dikirimkan surat panggilan hari ini, namun pihak managemen belum merespon,” ujar Tohiruddin saat ditemui di Ruang kerjanya, Selasa (17/5/2020).

Tohir mengatakan, pemanggilan tersebut untuk meminta klarifikasi kepada manajemen CV. Akar Daya atas laporan dari dari masyarakat, dan pemberitaan di sejumlah media online yang diduga keras melakukan pelanggaran dan tidak mematuhi UU Ketenagakerjaan diantaranya, tidak mendaftarkan karyawannya menjadi peserta BPJS hingga menahan Ijazah asli karyawan dengan dalih sebagai jaminan untuk mendapatkan pekerjaan.

Tidak hanya itu, pihaknya juga akan meminta keterangan terkait sejumlah karyawan tidak didaftarkan menjadi peserta BPJS. Selain daftar gaji pihaknya akan meminta penjelasan terkait di tahannya ijazah asli karyawan sebagai jaminan untuk bekerja.

“Selain daftar gaji, nanti juga kita minta terkait penjelasan Ijazah asli karyawan yang ditahan oleh perusahan sebagai jaminan. Termasuk juga, meminta klarifikasi masalah sistem kerja yang di terapkan oleh pihak perusahaan, apakah sudah memenuhi standart UU Ketenagakerjaan,” tegasnya.

“Terkait masalah yang menjadi temuan LSM, termasuk SIM-card yang sudah melewati masa tenggang, karena tidak terjual dan itu dibebankan kepada karyawan menjadi hutang, ini juga kita akan minta pihak manajemen untuk menjelaskan agar tidak merugikan karyawan,” imbuhnya.

Terkait, tidak terdaftarnya karyawan menjadi peserta BPJS Kesehatan, pihaknya juga akan menanyakan dalam pertemuan tersebut.

“Nanti kita akan tanyakan itu, apakah sudah didaftarkan oleh perusahaan atau belum,” ujar dia.

Pertemuan tersebut, kata dia, akan diselenggarakan pada hari, Rabu (19/5/2020) sekitar Pukul 09.00 Wita, di Kantor Disnaker KSB.

Sebelumnya, CV. Akar Daya Mandiri diduga telah melakukan pelanggaran dan tidak mematuhi UU Ketenagakerjaan. Berdasarkan UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan disebutkan, bahwa tidak ada aturan yang mengatur atau membolehkan perusahaan menahan surat-surat berharga milik karyawan, termasuk ijazah. Dan karyawan harus di daftarkan menjadi peserta BPJS.

“Kami menduga, praktek yang di lakukan perusahan sudah berlangsung sejak lama serta luput dari pengawasan instansi berwenang. Informasi terakhir yang kami terima, bahwa sejumlah karyawan tidak mendaftarkan menjadi peserta BPJS. Selain daftar gaji, Ijazah asli karyawan ditahan oleh perusahan sebagai jaminan. Anehnya lagi, SIM-card yang sudah melewati masa tenggang karena tidak terjual justru dibebankan kepada karyawan menjadi hutang. Ini kan gak jelas dan sangat merugikan karyawan,” jelas Malik Sekjen LSM Taring.(ID/S)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!