Guna Minimalisir Aksi Anarkis, Danrem 162/WB Beserta Ribuan Mahasiswa Unras Gelar Sholat Ashar Berjamaah

  • Bagikan

InsideNTB.com, Mataram – Untuk minimalisir aksi anarkis ribuan Mahasiswa Unjuk Rasa, Danrem 162/WB menggelar sholat Ashar berjamaah. Hal itu dilakukan karena mengingat suasana dalam aksi unras yang dilakukan ribuan Mahasiswa dari berbagai elemen yang berlangsung di Kantor DPRD NTB, Kamis (26/9) Pagi berakhir dengan anarkis.

Para Mahasiswa merusak pintu gerbang Kantor DPRD yang sudah dijaga ketat oleh aparat Kepolisian, penembakan gas air mata pun tidak dapat terelakan dan terjadinya aksi lempar-lemparan dan kejar-kejaran.

Aksi unjuk rasa dilakukan tersebut, sebagai bentuk penolakan terhadap revisi UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang dinilai akan melumpuhkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan penolakan terhadap RUU KUHP yang akan disahkan DPR.

(Foto Ist : Danrem 162/WB di saat Sholat berjamaah bersama para mahasiswa yang Unjuk Rasa)

Melihat kondisi tersebut, Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., berkoordinasi dengan Kapolda NTB Irjen Pol Nana Sudjana yang berada dilokasi maupun dengan pimpinan DPRD NTB dan mengerahkan dua ( 2) SSK anggota Yonif 742/SWY dan jajaran Kodim Lombok barat serta Tim Intel Korem di tambah dengan anggota Kodim Lobar.

Kehadiran anggota Yonif 742/SWY menggunakan delapan unit truk di depan Kantor DPRD NTB jalan Udayana, terlihat mendapat sambutan hangat dari para Mahasiswa yang berada dibawah terik matahari.

Danrem 162/WB langsung melakukan pendekatan dan negoisasi kepada perwakilan Mahasiswa di ajak bersama sholat Dzuhur berjamaah di Masjid Islamic Center serta di lanjutkan dengan pemberian Himbauan dan Kultum kepada Mahasiswa, agar dapat menjaga nama baik mahasiswa sebagai panutan dan mampu memberikan contoh yang baik bagi masyarakat Indonesia. Selain itu, Danrem juga berharap kepada penjunjuk rasa untuk tidak berbuat anarkis dalam aksi demo yang dapat menodai cita-cita luhur Demokrasi.

“Alhamdulillah, setelah dilakukan pendekatan dan komunikasi akhirnya tidak ada lagi anarkiss. Mari bijak dalam menyampaikan aspirasi dengan tetap mengedepankan aturan hukum dan norma agama yang ada mengingat NTB dikenal sebagai pulau seribu Masjid,” ungkap Danrem.

Selain itu, bersamaan dengan Adzan Ashar Danrem juga mangajak mahasiswa melaksanakan sholat Ashar berjamaah di sepanjang jalan Udayana depan Kantor BPRD NTB yang di pimpin dan imami langsung oleh Danrem 162/WB tanpa ada keraguan.

Usai melaksanakan sholat Ashar berjamaah, Danrem 162/WB bersama dengan Ketua dan Wakil Ketua DPRD NTB serta anggota terus melakukan pendekatan persuasif dan secara perlahan para pendemo terdiri dari 31 Aliansi Gabungan mahasiswa dan ormas yang berjumlah 2500 orang mulai membubarkan diri dengan tertib dan aman, dengan kembali ke rumah masing-masing.(ID/DK)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!