Rangkul Generasi Muda, Polsek Taliwang Utamakan Pembinaan Humanis

Sumbawa Barat, insidentb.com | Pendekatan hukum tak selalu harus berujung sanksi kaku. Berangkat dari kesadaran bahwa kenakalan remaja adalah fase pencarian jati diri yang butuh bimbingan, Polsek Taliwang menggandeng SMAN 2 Taliwang untuk membina tujuh siswa yang kerap terlibat permasalahan perilaku.

Langkah inovatif ini berjalan atas dasar Nota Kesepahaman (MoU) antara kepolisian dan pihak sekolah, serta telah mengantongi restu penuh dari para orang tua. Dibandingkan memberikan label atau stigma negatif, Polsek Taliwang memilih jalur persuasif, membentuk mental, menanamkan nilai moral, serta memberi edukasi nyata mengenai bahaya pergaulan bebas, tawuran, hingga narkoba.

Kapolsek Taliwang, IPTU Kamaruddin, S.H., menegaskan bahwa kehadiran kepolisian di lingkungan sekolah bertujuan merangkul, bukan memukul. Setiap anak diyakini memiliki potensi menjadi pribadi yang baik jika mendapat arahan dan teladan yang tepat.

“Kami percaya tidak ada anak yang dilahirkan untuk menjadi nakal. Pembinaan ini bukan tentang seberapa keras kita menghukum, tetapi seberapa tulus kita mampu menumbuhkan kesadaran dan menghadirkan perubahan,” tegas IPTU Kamaruddin, usai kegiatan yang berlangsung di Mapolsek Taliwang, Selasa (13/10/2026).

Melalui program ini, kebalikan dari pengucilan yang sering dirasakan remaja bermasalah, para siswa justru diberi pemahaman akan harkat dan martabat diri mereka. Pembinaan karakter difokuskan pada pemulihan rasa percaya diri, peningkatan disiplin, serta dorongan agar mereka kembali fokus memeluk masa depan lewat jalur pendidikan.

Langkah Polsek Taliwang ini menjadi tamparan sekaligus pengingat bagi publik bahwa pendidikan karakter tidak bisa dibebankan pada satu institusi saja. Sinergi antara sekolah sebagai rumah ilmu, keluarga sebagai pilar moral, dan lingkungan termasuk kepolisian merupakan kunci utama menyelamatkan generasi muda.

Mengakhiri keterangannya, Kapolsek menyampaikan pesan mendalam yang menyentuh esensi dari gerakan ini: “Anak anak kita bukanlah masa lalu yang harus dihakimi, melainkan masa depan yang harus diselamatkan. Satu anak yang berhasil kita tuntun kembali ke jalan yang benar, berarti satu harapan bangsa telah kita jaga.”