Pilkades Digital di KSB Akurat, Cepat, dan Minim Manipulasi

Sumbawa Barat, insidentb.com | Langkah konkret transformasi digital di tingkat bawah terus didorong Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat. Bupati KSB, H. Amar Nurmansyah, S.T., M.Si., turun langsung memantau simulasi E-Voting Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Desa Goa, Kecamatan Jereweh.

Kehadiran orang nomor satu di KSB ini menegaskan komitmen daerah dalam menciptakan kontestasi politik desa yang tidak hanya modern, tetapi juga akuntabel dan minim celah sengketa.

“Simulasi ini bukan ajang uji coba alat, melainkan tolok ukur kesiapan infrastruktur dan mental masyarakat menghadapi transisi dari cara manual ke sistem digital,” kata, Bupati disela sela peninjauan sistem simulasi E-Voting Pemilihan Kepala Desa di Desa Goa, Selasa (13/10/2026).

Didampingi jajaran Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Camat Jereweh, serta Pj Kepala Desa Goa, Bupati menyisir setiap tahapan alur pemungutan suara mulai dari, Verifikasi Data Pemilih dengan menggunakan E-KTP untuk memastikan validitas identitas pemilih secara real-time.

Kemudian, Bilik E-Voting, diatur untuk pencoblosan layar sentuh yang efisien dan ramah pengguna. Terakhir, Rekapitulasi Otomatis dengan cara penghitungan suara langsung terinput dan selesai dalam hitungan menit tanpa perlu menunggu proses rekapitulasi manual yang memakan waktu berjam jam.

“Sistem E-Voting ini kita dorong untuk memangkas potensi kecurangan, mempercepat rekapitulasi, dan menjamin Pilkades berjalan jujur serta adil. Desa Goa kita jadikan percontohan utama kesiapan teknologi di KSB,” ujarnya.

Bupati juga menekankan pentingnya edukasi intensif, khususnya bagi kelompok pemilih rentan gagap teknologi seperti lansia dan pemilih pemula, agar hak pilih mereka terlayani dengan sempurna tanpa hambatan teknis saat hari pemungutan suara kelak.

Pj Kepala Desa Goa, Arif Rahman Hakim, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa antusiasme warga membuktikan kesiapan Desa Goa sebagai pelopor. Selain kesiapan panitia dan perangkat teknis, kunci utama dari E-Voting adalah kepastian hasil yang cepat dan transparan.

Ia menyebut proses penghitungan suara manual kerap menjadi titik rawan terjadinya friksi sosial dan manipulasi angka.

“Artinya, beralih ke rekapitulasi digital, potensi gesekan antar pendukung dapat diredam sejak dini karena hasil suara dapat disajikan secara terbuka, akurat, dan seketika,” katanya.

Diketahui, uji coba di Desa Goa, Kecamatan Jereweh ini menjadi gambaran awal bagaimana tata kelola demokrasi di tingkat desa dapat melompat lebih maju, efisien secara waktu, hemat secara logistik kertas, dan teruji secara integritas.