OPM ‘Bantai’ 8 Pendulang Emas Lokal, TNI Evakuasi Korban

(Foto Ilustrasi)

Yahukimo, Papua, insidentb.com | Ditengah issue kolonilaisasi Papua yang dituduh dilakukan pemerintah pusat dan TNI, melalui LSM Dalam negeri yang diskong Greenpeace dan Wachdog, kekerasan bersenjata oleh organisasi Papua Merdeka justru terus terjadi. Korban tewas dari warga sipil merupakan pendulang emas lokal.

Pasukan TPNPB Komando Wilayah XVI Yahukimo dilaporkan menembak mati 8 warga sipil. TNI dilaporkan melakukan upaya evakuasi dan mengejar separtis bersenjata tersebut.

TPNPB mengklaim bahwa 8 orang yang ditembak merupakan Bagian dari anggota pasukan keamanan Indonesia yang menyamar sebagai pendulang Emas illegal di Korowai.

Komandan Operasi Kodap XVI Yahukimo Mayor Kopitua Heluka Mengatakan Bahwa Itu Merupakan Pembalasan Atas Dua Anggota TPNPB yang di tembak mati oleh militer Indonesia di Yahukimo, Papua Minggu Lalu.

Operasi itu dilakukan oleh Komandan Operasi TPNPB Kodap XVI Yahukimo, Mayor Kopitu Heluka bersama pasukan TPNPB dari Batalyon Yamue dibawah pimpinan Kumis Passe dan komandan operasi Batalyon  Mayor Dejang Haluka.

Sebelumnya, anggota TNI Polri Wliayah Yahukimo menembak 2 Anggota TPNPB OPM diantaranya, Yoper Payage dan Marten Heluka.

Sementara itu, Koops TNI Habema melaporkan 8 orang penambang emas tewas di lokasi tersebut. Mereka diduga menjadi korban pembantaian oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap XVI Yahukimo.

Kepala Penerangan (Kapen) Koops TNI Habema Letkol Infanteri M. Wirya Arthadiguna menyampaikan bahwa untuk mengevakuasi jenazah para korban Koops TNI Habema mengerahkan para prajurit. Langkah itu dilakukan bersamaan dengan upaya pengejaran para pelaku pembantaian tersebut.

”Sebagai tindak lanjut, Koops TNI Habema telah menyiapkan personel dan dukungan pesawat helikopter untuk mempercepat proses evakuasi korban dari lokasi kejadian. Selain itu, aparat keamanan juga akan melakukan pengejaran terhadap para pelaku,” kata, Wirya pada Kamis pagi (21/5/2026).