Sumbawa Barat, insidentb.com | Sumbawa Barat mencatatkan babak baru sejarah demokrasi lokal di kawasan Indonesia timur. Di bawah komando Bupati H. Amar Nurmansyah, KSB bersiap menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 secara penuh menggunakan sistem digital atau e-voting.
Langkah progresif ini mendapat sokongan penuh dari legislatif. Sekretaris Komisi II DPRD KSB, Iwan Irawan Marhalim, menilai transisi dari metode konvensional ke digital merupakan lompatan besar yang akan mendongkrak efektivitas, efisiensi, dan transparansi pesta demokrasi di tingkat desa.
“Kalau masih konvensional itu biasa-biasa saja. Kalau Pilkades menggunakan digital atau biasa disebut e-voting, itu baru KSB luar biasa,” tegas Iwan, Rabu 4 Agustus 2026.
Kebijakan ini tidak hanya menjadi prestasi administratif bagi KSB, tetapi juga menempatkan kabupaten tersebut sebagai pionir. Iwan memberikan apresiasi tinggi atas eksekusi cepat pemerintah daerah yang menjadikan KSB sebagai pelopor penerapan e-voting pertama untuk tingkat desa di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) dan kawasan Indonesia timur.
Kendati demikian, politisi PAN ini mengingatkan bahwa ambisi besar harus diiringi dengan eksekusi teknis yang matang. Sorotan utama diarahkan kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) KSB selaku motor teknis penyelenggaraan di 21 desa yang akan menggelar Pilkades serentak tahun ini.
DPMD didesak untuk tidak menganggap remeh kesiapan infrastruktur, mulai dari ketersediaan perangkat keras dan lunak, mitigasi gangguan sistem, kesiapan sumber daya manusia, hingga masifnya sosialisasi mekanisme e-voting kepada masyarakat akar rumput.
“Seluruh elemen tersebut dinilai menjadi penentu utama agar proses transisi kultural pemilih desa dari mencoblos kertas ke layar digital dapat berjalan mulus tanpa hambatan berarti,” sebutnya.
Sebagai mitra strategis, Komisi II DPRD KSB memastikan akan mengawal ketat setiap tahapan Pilkades digital ini. Sinergi antara legislatif dan eksekutif dipatok untuk memastikan hajatan demokrasi ini tidak hanya menjadi proyek coba coba, melainkan menjelma sebagai role model atau percontohan nasional bagi modernisasi demokrasi desa di Indonesia.(**)










