Sumbawa Barat, insidentb.com | Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat melalui Dinas Perikanan mengambil sikap tegas dalam pengelolaan sektor perikanan budidaya. Komitmen ini ditegaskan langsung oleh Kepala Dinas Perikanan KSB, Agus Purnawan Chigo, dalam acara Sosialisasi Program Sumbawa Barat Maju Luar Biasa (KSBMLB) pada Sub Kegiatan Pengembangan Kapasitas Pembudidaya Ikan Kecil yang berlangsung selama dua hari, 7 hingga 8 September 2026.
Kegiatan hari pertama sosialisasi tersebut, di pusatkan di Desa Dasan Anyar untuk pembudidaya wilayah Jereweh, Maluk dan Sekongkang. Kemudian hari kedua dilaksanakan di Aula Dinas Perikanan yang diikuti oleh pembudidaya dari wilayah Taliwang, Brang Ene, Brang Rea, Seteluk dan Tano.

Agus menyebut, kegiatan itu dalam rangka memastikan bahwa program prioritas pemerintah daerah ini tidak akan diobral atau dibagi merata untuk menyenangkan semua pihak tanpa acuan kinerja.
“Ini program tidak dibagi rata, tapi diberikan kepada mereka mereka yang dinilai konsisten melaksanakan kegiatan budidaya ikan. Ini merupakan upaya menjaga kualitas dari program KSB Maju Luar Biasa,” tegasnya.
Pemerintah, kata dia, tidak ingin anggaran dan fasilitas negara jatuh ke tangan pihak yang hanya ingin memanfaatkan momen tanpa ada produktivitas nyata. Seleksi ketat dan berbasis rekam jejak konsistensi lapangan menjadi acuan demi memastikan setiap intervensi program benar benar melahirkan pembudidaya ikan yang mandiri, tangguh, dan berdaya saing.
Kendati menerapkan standar seleksi yang ketat, Agus tetap membuka ruang kolaborasi yang luas. Ia menyadari bahwa transformasi sektor perikanan tidak bisa berjalan hanya mengandalkan instrumen birokrasi semata.
“Kami mengajak seluruh peserta untuk merapatkan barisan, menyamakan persepsi, dan bergandengan tangan menyukseskan visi besar KSBMLB demi peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir dan daratan sentra budidaya,” ujarnya.
Namun, ajakan bersinergi itu datang dengan klausul tanggung jawab yang tidak ringan. Agus mengingatkan bahwa legitimasi sebagai mitra program membawa konsekuensi berupa keharusan menjaga integritas dan performa usaha.
“Intinya keberhasilan program sangat tergantung pada komitmen seluruh pembudidaya ikan yang terpilih menjadi mitra dalam program tersebut,”demikian, Agus.
Dengan pendekatan yang menuntut kedisiplinan tinggi ini, Dinas Perikanan setempat optimistis Program KSBMLB akan menjelma sebagai katalisator nyata yang mendongkrak kapasitas ekonomi riil para pembudidaya ikan di Bumi Pariri Lema Bariri.










