Sumbawa Barat, insidentb.com | Ancaman nyata perubahan iklim global akibat fenomena El Nino memaksa Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat mengambil sikap tegas. Tidak ingin kecolongan, Bupati KSB H. Amar Nurmansyah, secara resmi telah mengeluarkan Surat Penetapan Status Siaga Darurat Bencana Alam Kekeringan Tahun 2026 pada 2 Juni 2026.
Langkah taktis ini langsung dieksekusi di lapangan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KSB dengan melakukan mitigasi, pemetaan wilayah rawan, serta menyiagakan krisis air bersih.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD KSB, Abdullah, S.Pd, menegaskan bahwa status siaga darurat ini bukan hanya formalitas administrasi, melainkan instruksi darurat bagi seluruh jajaran untuk bergerak cepat melakukan intervensi sebelum dampaknya meluas dan lumpuh total.
“Kami tidak boleh menunggu bencana itu datang menghantam baru bergerak. Berdasarkan penetapan Bupati per 2 Juni 2026, seluruh jajaran BPBD KSB kini berada dalam posisi siaga penuh. Mitigasi terpadu langsung kami akselerasikan untuk meminimalisir dampak buruk kekeringan terhadap masyarakat khusus kebutuhan air bersih masyarakat yang terdampak,”
tegas Abdullah, S.Pd, saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (31/07/2026).
Sebaran Wilayah Terdampak, 24 Desa Masuk Zona Merah Siaga Berdasarkan pemetaan dan kajian cepat BPBD KSB bersama instansi terkait, potensi ancaman kekeringan tahun ini tersebar di 6 kecamatan dengan total 24 desa yang kini resmi ditetapkan masuk dalam zona siaga darurat.
Berikut adalah rincian wilayah yang menjadi fokus utama penanganan dan mitigasi darurat, Kecamatan Poto Tano 6 Desa, Seteluk 4 Desa, Taliwang 1 Desa, Jereweh 4 Desa, Maluk 4 Desa dan Sekongkang 5 Desa
Strategi Mitigasi Terpadu BPBD KSB
Menghadapi eskalasi ancaman El Nino yang diprediksi memperpanjang musim kemarau, Abdullah memastikan bahwa BPBD KSB telah menyiapkan serangkaian langkah taktis dan terukur, termasuk kesediaan armada tangki air untuk disuplai secara rutin ke wilayah wilayah yang membutuhkan.
Dengan komitmen kuat dan komando tegas dari kepemimpinan daerah serta kesiapsiagaan penuh BPBD KSB di bawah kepemimpinan Abdullah, S.Pd, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat optimis mampu menekan risiko terburuk dari terjangan bencana kekeringan El Nino tahun 2026 ini.










