Sumbawa Barat, insidentb.com | Peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2026 di Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat, tidak hanya menjadi ajang perayaan semata. Di balik kemeriahan gelora anak anak, Pemda setempat menancapkan komitmen serius untuk memastikan setiap anak memegang hak dasarnya berupa Kartu Identitas Anak (KIA).
Komitmen tersebut diwujudkan secara konkret melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) strategis antara Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) KSB dengan TK H.I Al-Ikhlas Bukit Damai.
Bertempat di Gedung Serba Guna Desa Bukit Damai, langkah taktis ini dipimpin langsung oleh Kepala Disdukcapil Ferial, S.K.M., bersama Bunda PAUD Elly Rosita, guna mempercepat jemput bola penerbitan dokumen kependudukan sejak usia dini.
Wakil Bupati Sumbawa Barat, Hj. Hanipah, S.Pt., M.M.Inov., menegaskan bahwa KIA bukan hanya secarik kartu plastik identitas. Lebih dari itu, dokumen ini adalah paspor awal bagi anak untuk mengakses hak hak fundamentalnya di ruang publik, mulai dari layanan kesehatan yang layak, pendidikan, hingga perlindungan sosial.
“Kartu KIA merupakan identitas resmi bagi anak anak, karena itu setiap anak harus memilikinya,” tegas Wabup Hanipah di hadapan para guru, orang tua, dan unsur Forkopimda yang hadir.
Langkah percepatan ini kian solid berkat integrasi dengan Program JAWARA (Jaksa Mengawal Administrasi untuk Wujudkan Anak Sejahtera). Program kolaboratif ini merupakan manifestasi nyata sinergi antara Kejaksaan Negeri Sumbawa Barat dan Disdukcapil dalam mengawal tuntas legalitas administratif kependudukan anak anak di bumi Pariri Lema Bariri.
Tidak hanya menyoroti aspek legalitas administratif, Wabup Hanipah turut menyuarakan urgensi perlindungan anak dari ancaman nyata di ruang sosial. Ia mengingatkan pentingnya ekosistem yang sehat agar anak anak terhindar dari segala bentuk kekerasan dan perundungan (bullying).
Ia pun mengajak para orang tua untuk tidak absen secara emosional di tengah kesibukan harian. Meluangkan waktu untuk mendengar, membersamai, dan memantau tumbuh kembang anak adalah fondasi mental yang tidak boleh diabaikan.
Kemeriahan Hari Anak Nasional di Maluk kian lengkap dengan digelarnya lomba mewarnai tingkat PAUD dan TK. Suasana berubah hangat tatkala Wabup Hanipah menyapa langsung para peserta cilik dengan yel yel penyemangat penuh antusias.
Bagi Pemkab Sumbawa Barat, ajang kompetisi kreatif ini adalah medium efektif untuk menstimulasi imajinasi, mengasah kreativitas, serta membangun mental keberanian berekspresi sejak usia dini.
Hadir mendampingi jalannya rangkaian acara penuh makna tersebut, Kepala Dinas DP2KBP3A I Made Budi Artha, S.Sos., M.M., jajaran Forkopimda, Camat Maluk, Kepala Desa Bukit Damai Suwardi, serta para pendidik dan ratusan orang tua murid yang turut berpartisipasi mengawal masa depan emas anak anak Sumbawa Barat.










