Sumbawa Barat, insidentb.com | Malam pergantian tahun baru Islam 1448 H tidak disambut warga RT 05 RW 03, Lingkungan Arab Kenangan (Arken) Bawah, dengan ingar bingar perayaan. Sebaliknya, mereka memilih bersimpuh, menyatukan hati dalam lantunan dzikir yang menggema khidmat, membasuh jiwa di tengah gempuran modernitas.
Kegiatan ini bukan seremoni kalender saja. Di Arken Bawah, dzikir bersama telah bertransformasi menjadi manifestasi iman dan pengikat ukhuwah yang kokoh.
Ketua RT setempat, Amirin Riyen, menegaskan bahwa langkah ini adalah bentuk komitmen warga untuk menjaga kemurnian silaturahmi. Ia mengungkapkan bahwa kebiasaan baik ini bukanlah agenda dadakan, melainkan keberlanjutan dari semangat yang telah dipupuk sejak momentum Idul Adha lalu.

“Dzikir ini adalah ikhtiar kami untuk merawat ikatan batin. Di tengah zaman yang semakin individualistis, kami ingin Arken Bawah tetap menjadi oase yang hangat bagi warganya,” ujar Amirin, usai kegiatan dzikir bersama, Selasa (16/06/2026).
Amirin memastikan majelis doa ini akan menjadi agenda tetap pada setiap hari besar keagamaan. Sehingga, apa yang dilakukan warga ini sebagai pengingat, bahwa kemajuan sebuah lingkungan tidak pernah cukup jika hanya diukur dari megahnya infrastruktur. Sejatinya, peradaban sebuah masyarakat terletak pada seberapa erat hubungan hati yang terjalin karena Allah SWT.
“Bagi kami, majelis dzikir adalah tempat di mana sekat sekat antar tetangga luruh, digantikan oleh rasa saling memiliki yang berlandaskan nilai nilai ilahiah,” demikian, Amirin.










