Sumbawa Barat, insidentb.com | Bencana kebakaran yang meluluhlantakkan satu unit rumah warga di Desa Kertasari, Kecamatan Taliwang, Senin (24/08/2026), meninggalkan duka mendalam bagi korban, Sarifa.
Di tengah sisa sisa puing yang masih menyisakan trauma, gerak cepat pemerintah daerah menjadi satu satunya asa bagi korban untuk bangkit kembali.
Pasca insiden tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa Barat, langsung turun tangan melakukan pengecekan data dan validasi langsung di lokasi kejadian.
Kepala BPBD KSB, Abdullah, S.Pd., menegaskan bahwa langkah cepat ini untuk memastikan bantuan darurat dan administratif tepat sasaran.
“Kehadiran tim di lapangan menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk tidak tinggal diam melihat warganya kehilangan tempat berteduh dalam sekejap,” ujarnya, saat di konfirmasi, Rabu (26/08/2026).
Tidak berhenti pada pendataan darurat, nasib jangka panjang korban kebakaran juga langsung mendapat perhatian serius dari Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim). Kepala Dinas Perkim KSB, Novrizal Zain Syah, memastikan bahwa proses pembangunan kembali rumah warga yang terdampak bencana akan dikawal secara intensif melalui koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Mekanismenya kita terus melakukan koordinasi sembari menunggu hasil tim verifikasi lintas OPD. Yang jelas untuk biayanya masuk dalam Bantuan Tidak Terduga (BTT),” tegas Novrizal.
Penggunaan pos anggaran Bantuan Tidak Terduga (BTT) ini menjadi bukti nyata kesigapan fiskal daerah dalam merespons darurat kemanusiaan, memangkas birokrasi panjang agar korban tidak terlalu lama berlarut dalam kesusahan.
Sebagai langkah antisipatif ke depan, Dinas Perkim KSB juga berkomitmen merancang sistem informasi layanan maju perumahan. Inovasi ini digadang gadang mampu mempercepat alur birokrasi dan pelayanan publik, sehingga setiap musibah yang menimpa masyarakat dapat direspons dengan standar gerak cepat yang terukur dan transparan.










