Menuju KSB Maju Luar Biasa, Arpus Gebrak Program Pelopor Literasi Terapan

Sumbawa Barat, insidentb.com | Visi besar Kabupaten Sumbawa Barat di bawah kerangka “Transformasi Kesejahteraan Masyarakat” dipastikan tidak akan berjalan setengah setengah. Betapapun masifnya guyuran program di klaster Pertanian, Peternakan, Perikanan, hingga Industri, semuanya dipastikan akan mandek jika fondasi utamanya, yakni Sumber Daya Manusia (SDM) pemuda belum siap secara mental dan kapasitas.

Fakta di lapangan memastikan masih banyak pemuda yang terjebak dengan apa yang disebut sebagai “mental kerupuk” (mudah menyerah), diperparah dengan realitas bahwa 80 persen Karang Taruna di desa saat ini tercatat tidak aktif.

Menjawab tantangan tersebut, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Kabupaten Sumbawa Barat melahirkan terobosan radikal melalui Program Pelopor Literasi Terapan. Program ini membawa filosofi dan prinsip dasar yang tegas, “Ubah mindset, perbaiki mental, kuatkan literasi, baru sentuh dengan program.”

Kepala Dinas Arpus Sumbawa Barat, H. Burhan Daeng Mangago, S.Pi, M.Si, menegaskan bahwa program ini hadir untuk mematahkan stigma lama bahwa literasi sekadar aktivitas membaca buku di perpustakaan.

“Literasi hari ini harus didefinisikan ulang. Ini bukan sekadar baca-tulis, melainkan kemampuan membaca potensi desa, menulis rencana usaha, mengkaji peluang, hingga melakukan aksi nyata. Kami ingin menghancurkan mental kerupuk dan membangun generasi yang jujur, ikhlas, sungguh-sungguh, serta pantang menyerah,” tegas H. Burhan Daeng Mangago, Kamis (20/8/2026).

Pendekatan yang diusung Dinas Arpus KSB tergolong progresif. Sebelum pemuda diberikan akses bantuan atau program ekonomi dari pemerintah, mereka terlebih dahulu digembleng melalui pembinaan karakter yang ketat.

Tujuannya jelas, mencetak kader pemuda pelopor di tingkat desa yang memiliki mental tangguh, disiplin tinggi, serta siap mengisi rantai pasok program unggulan daerah mulai dari penyedia pakan ternak, pengelola budidaya perikanan modern, hingga penggerak pariwisata kerakyatan.

Transformasi ini diproyeksikan mampu mengubah paradigma pemuda dari sekadar “pencari kerja” (job seeker) menjadi penggerak ekonomi desa yang mandiri dan produktif (job creator).

Program Pelopor Literasi Terapan dipandang sebagai investasi karakter jangka panjang yang paling mendesak bagi Sumbawa Barat. Ketika mental pemuda di akar rumput sudah kuat dan literat secara terapan, setiap rupiah anggaran dan program pemerintah dipastikan tidak akan sia sia. Sebaliknya, hal itu akan melahirkan kesejahteraan yang nyata, merata, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Sumbawa Barat.

Dengan semangat “Bukan Sekadar Baca Tapi Berkarya”, Dinas Arpus KSB optimistis KSB Maju Luar Biasa bukan hanya slogan, melainkan buah manis dari kebangkitan mental generasi mudanya.