Mataram, insidentb.com | Ada harga mahal yang harus dibayar di balik kilau medali emas. Di garis finis yang memekakkan telinga, bukan sorak sorai kemenangan yang pertama kali menyambut Ni Luh Putu Udi Purnami, melainkan kegelapan yang merenggut kesadarannya.
Senin (20/7/2026), di lintasan balap sepeda kawasan Tembolak, Mataram, sejarah baru tertulis. Atlet asal Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Ni Luh Putu Udi Purnami dan pasangannya, Ni Komang Dafi Aiswarya, berhasil menuntaskan misi pamungkas di final kelas Team Time Trial (TTT) putri pada ajang Porprov ke-12 NTB. Namun, tepat setelah roda sepedanya berhenti, Udi Purnami tumbang.
Tubuhnya yang telah memeras seluruh energi hingga titik nadir akhirnya menyerah. Di tengah euforia emas yang diraih, ia terpaksa dilarikan menggunakan tandu menuju ruang IGD RSUP Mataram. Momen dramatis ini sempat membuat napas para ofisial dan penonton tertahan.
Sekjen KONI Sumbawa Barat, Mars Anugerainsyah, mengungkapkan bahwa insiden tersebut merupakan buah dari totalitas tanpa batas yang ditunjukkan sang atlet.
“Dia tumbang bukan karena kekalahan, tapi karena ia memberikan segalanya. Kelelahan ekstrem itu adalah harga dari semangat juang yang tak ingin kompromi. Ia memacu jantung dan ototnya melampaui batas demi membawa pulang emas untuk KSB,” ujar Mars dengan nada haru.
Beruntung, tim medis sigap menangani sang juara. Setelah melalui observasi ketat, kondisi Udi Purnami dipastikan stabil. Ternyata, tubuhnya hanya menuntut jeda sebuah istirahat yang sangat layak didapatkan setelah ia bertarung habis habisan menaklukkan lintasan.
Bagi Mars, apa yang ditunjukkan Udi Purnami adalah definisi sesungguhnya dari patriot olahraga. Medali emas yang tergantung di lehernya kini bukan hanya simbol juara, melainkan monumen dedikasi seorang petarung yang menolak menyerah sebelum garis finis terlampaui.
“Saya sangat mengapresiasi semangat juang itu. Ia tidak hanya memenangkan laga, ia memenangkan hati kita semua. Pingsan di garis finis justru membuktikan bahwa emas ini bukan didapat dengan mudah, tapi melalui pengorbanan yang luar biasa,” tutup Mars bangga.
Kini, Udi Purnami telah kembali stabil. Namanya telah tercatat dalam sejarah Porprov NTB, bukan hanya sebagai peraih emas, namun sebagai sosok yang menunjukkan bahwa perjuangan seorang atlet kadang melampaui batas fisik manusia demi kehormatan daerahnya.(*)










