Wajibkan Data Valid, ASDP dan Dishub NTB Tertibkan Manifes Penyeberangan

Mataram, insidentb.com | PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Lembar dan Cabang Kayangan mengambil langkah tepat demi keselamatan pelayaran. Bertempat di Hotel Plaza Cakra Mataram, Senin (28/09), ASDP menggelar Sosialisasi Penguatan Kepatuhan dan Akurasi Data Manifes Angkutan Penyeberangan yang didukung penuh oleh Danantara Indonesia.

Langkah ini melibatkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari regulator, operator transportasi laut, Jasa Raharja, Jasa Raharja Putera, hingga DAMRI. Fokus utamanya adalah menuntaskan persoalan ketidaksesuaian data penumpang dan kendaraan di lapangan yang masih kerap terjadi.

“Manifest ini harus benar benar kita jaga sebagai instrumen utama keselamatan penumpang,” tegas, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB, Drs. Ervan Anwar, M.M., saat memberikan sambutan.

Senada dengan hal tersebut, General Manager Pelabuhan Kayangan, Reno Yulianto, membeberkan tiga fungsi vital manifest yang sering diabaikan masyarakat, diantaranya, Fondasi Keselamatan dan Evakuasi, menurutnya saat terjadi darurat di laut, data manifest menjadi acuan utama Tim SAR. Penumpang fiktif atau data yang tidak tercatat berisiko fatal menghambat proses pencarian dan evakuasi korban.

Kemudian, Kepastian Hukum dan Hak Asuransi, penumpang yang tidak tercatat resmi di manifes seperti pengguna tiket tidak resmi atau melalui calo otomatis kehilangan hak atas klaim santunan asuransi, termasuk dari Jasa Raharja, jika terjadi insiden.

Terakhir, Syarat Mutlak Berlayar, Syahbandar sebagai Otoritas Pelabuhan memiliki kewenangan penuh menunda atau melarang keberangkatan kapal jika data muatan dan manifest terbukti tidak valid atau melampaui kapasitas.

Melalui sosialisasi ini, ASDP mendesak seluruh pihak baik operator, pengelola pelabuhan, maupun pengguna jasa untuk meningkatkan kedisiplinan validasi identitas. Akurasi data bukan lagi pilihan, melainkan bentuk pertanggungjawaban mutlak atas keselamatan nyawa di lintasan penyeberangan Lembar dan Kayangan.