Sumbawa Barat, insidentb.com | Penundaan sebuah agenda besar sering kali memicu tanya, namun di balik keputusan mundurnya jadwal kegiatan Barampok dari yang semula Minggu, 27 September 2026, menjadi Minggu, 4 Oktober 2026, terselip komitmen serius untuk menghadirkan kualitas perhelatan yang jauh lebih matang. Langkah terukur ini diambil bukan tanpa alasan mendasar.
Keputusan resmi yang diumumkan pada Kamis, 17 September 2026 malam ini merupakan hasil dari koordinasi intensif lintas sektor. Ketua Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Sumbawa Barat sekaligus Ketua Panitia, Agusti Lanang Medyar, menegaskan bahwa penyesuaian waktu dilakukan demi menjamin kesiapan teknis yang komprehensif bersama Kodim 1628/SB.
Keterlibatan aktif Kodim 1628/SB memperlihatkan betapa strategisnya posisi acara ini. Sinergi antara panitia kepemudaan dan unsur TNI menjadi pilar utama dalam mengawal aspek keamanan, ketertiban, hingga kelancaran teknis di lapangan.
“Keputusan mengundurkan jadwal ke tanggal 4 Oktober 2026 adalah hasil koordinasi komprehensif bersama jajaran Kodim 1628/SB. Ini adalah langkah taktis demi memastikan seluruh rangkaian kegiatan Barampok dapat berjalan sukses tanpa ada kendala berarti,” tegas Agusti Lanang Medyar, kepada wartawan di Taliwang.
Ia menjelaskan, penambahan waktu persiapan selama satu pekan ini dimanfaatkan secara maksimal oleh panitia dan aparat untuk merapikan seluruh detail acara.
“Masyarakat, peserta, serta tamu undangan diimbau untuk segera mencatat penyesuaian jadwal terbaru ini guna menghindari kebingungan di kemudian hari,” tandasnya.
Senada dengan pihak panitia, Dandim 1628/SB Letkol Inf Rendra Agit Trisnawanmelalui Kasdim Mayor Agus, SH, menegaskan penundaan ini murni disebabkan oleh kendala teknis yang bersifat situasional, mengingat agenda Barampok merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Lahir (Harlah) KSB ke-23 Tahun.
Ia memastikan bahwa pihak TNI selalu siap sedia memberikan dukungan penuh, baik dari segi pengamanan maupun fasilitasi teknis di lapangan, agar seluruh rangkaian Harlah KSB ke-23 dapat berjalan dengan tertib, aman, dan khidmat.
“Intinya kami lebih kepada mengedepankan kearifan lokal dan budaya di Bumi Pariri Lema Bariri,” katanya, seraya berharap masyarakat dapat memahami penyesuaian jadwal ini sebagai langkah konstruktif demi kesuksesan bersama.










