Sumbawa Barat, insidentb.com | Langkah strategis untuk mendongkrak konektivitas dan sektor pariwisata di Kabupaten Sumbawa Barat segera memasuki babak baru. Pemerintah Kabupaten KSB bersama DPRD KSB memasang target kuat agar izin operasional Bandara Poto Tano milik PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) di Kecamatan Poto Tano dapat segera tuntas, sehingga bisa mulai melayani penerbangan umum bertepatan dengan puncak Hari Lahir (Harlah) ke-23 KSB pada 20 November mendatang.
Komitmen bersama antara eksekutif dan legislatif ini ditindaklanjuti secara nyata melalui kunjungan kerja Komisi III DPRD KSB ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI selaku otoritas berwenang.
Ketua Komisi III DPRD KSB, H. Basuki AR, mengungkapkan bahwa lawatan tersebut secara khusus membedah progres pengajuan izin pemanfaatan publik atas bandara khusus yang diinisiasi oleh pemerintah daerah.
“Berdasarkan hasil koordinasi dengan Direktorat Jenderal Hubungan Udara (Ditjen Hubud) Kemenhub, angin segar mulai berhembus. Pihak kementerian tercatat telah menerima permohonan tersebut, sementara seluruh kelengkapan berkas serta persyaratan administratif yang diajukan juga telah melalui tahap pemeriksaan dan dinyatakan lengkap,” katanya, Jumat (21/8/2026).
Saat ini, Kemenhub tengah merampungkan draf surat keputusan (SK) yang tinggal menunggu goresan tangan tanda tangan Menteri Perhubungan.
Desakan dan komunikasi intensif terus dibangun agar proses birokrasi di tingkat pusat tidak berlarut larut. Kehadiran Bandara Poto Tano dinilai sangat krusial untuk memangkas hambatan geografis dan mengatasi persoalan aksesibilitas daerah melalui jalur udara yang selama ini menjadi batu sandungan utama bagi sektor pariwisata KSB.
Bupati KSB, H. Amar Nurmansyah, sebelumnya telah menegaskan bahwa ketiadaan fasilitas bandara sebagai pintu masuk transportasi tercepat membuat tingkat kunjungan wisatawan ke KSB sulit terdongkrak secara signifikan. Dengan beroperasinya bandara ini, pemerintah daerah optimistis roda perekonomian akan berputar lebih kencang, memberikan kemudahan mobilitas bagi masyarakat, sekaligus menjadi katalisator utama kebangkitan industri pariwisata di Bumi Pariri Lema Bariri.
Sinergi penuh antara DPRD dan eksekutif KSB kini dipertaruhkan untuk mengawal proses administrasi di pusat hingga tuntas. Harapan besar disematkan agar seluruh target perizinan rampung tepat waktu, menjadikan momentum Harlah ke-23 KSB sebagai tonggak sejarah baru penerbangan umum perdana di Bandara Poto Tano.(**)










