Sumbawa Barat, insidentb.com | Aktivis Lembaga Pemerhati Sumbawa Barat (LPSB), mendesak Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Kertasari, Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat segera memiliki dermaga khusus sendiri.
“Insiden kapal tongkang Batu Bara, TB Seno Hidayat viral di sosmed yang diduga tenggelam tersebut, tidak hanya soal risiko terhadap lingkungan, tapi terhambatnya suplay bongkaran Batu bara. Akibatnya, dikhawatirkan beresiko terhadap suplay energi listrik di Sumbawa Barat, akibat gangguan rantai pasok Batu Bara tadi,” ungkap, Sekretaris LPSB, Lois Darlis, kepada wartawan, Rabu (11/8/2026).
Karenanya, ia mendesak agar PLTU segera meminta rekomendasi pembangunan dermaga khusus Batu Bara milik PLTU ke pemerintah Sumbawa Barat. Resiko terhadap gangguan rantai pasokan distribusi Batu Bara, bisa memicu over cost dalam memproduksi listrik di PLTU. Ini tidak hanya merugikan PT. PLN sendiri tapi juga konsumen.
Dermaga khusus sudah saat diperlukan untuk memastikan rantai pasokan distribusi listrik aman. Cost pengangkutan rendah serta membuka peluang perusahaan lokal untuk menjadi Mitra usaha bongkar muat dan angkutan di pelabuhan khusus tersebut.
Sementara, Pemda setempat, melalui Kepala Unit Pengelola Tehnis Daerah (UPTD) Kepelabuhanan Labuan Lalar, mendukung jika PLTU mengajukan rekomendasi izin untuk rencana pembuatan dermaga khusus bongkar muat Batu Bara tersebut.
Secara kajian tehnis, menurut UPTD, Dermaga khusus bongkar muat milik PLTU sudah memenuhi syarat. Misalnya dari kedelaman laut, alur serta aspek penunjang lainnnya.
“Memang kita dukung dan pernah usulkan agar PLTU membuat dermaga khusus sendiri. Tapi memang waktu itu, PLN belum memiliki alokasi anggaran untuk pembangunannya tersebut. Tapi, memang kami dorong agar ada efisiensi cost juga,”ungkap, kepala UPTD Kepelabuhanan Labuhan Lalar, Muhammad Amin, A.Md, dikonfirmasi wartawan.
Sebelumnya, insiden Tongkang TB Seno Hidayat, diduga tenggelam terjadi akibat kebocoran pada lambung kanan atas. Tongkang pengangkut Batu Bara tersebut dalam posisi miring di Pelabuhan Benete. Akibat kejadian itu, gerak kapal untuk sandar dihentikan untuk sementara waktu.










