Tingkatkan Produk Lokal, Diskan KSB Luncurkan Inovasi ‘AMI’

Sumbawa Barat | Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat melalui Dinas Perikanan (Diskan) kembali meluncurkan inovasi terbaru dengan merancang pilot projek branding “Ayo Makan Ikan” (AMI).

Inovasi yang akan di luncurkan itu, sebagai upaya untuk meningkatkan pemasaran produk perikanan lokal dan mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Inovasi ini akan melibatkan lima orang pemasar bersepeda motor, dilengkapi dengan rombong yang di rancang sedemikian rupa untuk mendukung kelancaran penjualan. Kami akan membuat pilot project lima orang pemasar yang menggunakan sepeda motor. Namanya adalah AMI singkatan dari Ayo Makan Ikan. Terkait bantuan yang akan akan di cover oleh Diskan adalah rombongnya,” kata Kadis Diskan Noto Karyono, S.Pi, M. Si, Kamis (4/4/2024).

Noto akrabnya di sapa, merincikan kembali, item apa saja yang akan di sediakan oleh Diskan kepada penjual melalui project inovasi ini.

“Unsurnya ada box yang sudah di desain sedemikian rupa, ada timbangannya, ada jaketnya, ada helmnya, paket komplit selain motor,” ujarnya sembari menyampaikan bahwa pemasar juga akan dilengkapi dengan bel yang khas untuk memberikan identitas unik pada proyek ini.

Mengambil inspirasi dari keberhasilan merk terkenal seperti Gojek, Ia menjelaskan pemilihan warna biru laut akan digunakan sebagai warna dasar brand identitas dari AMI.

“Kalau kita melihat orang mengenakan baju atau jaket hijau, berlogo G, dari jauh kita sudah tahu bahwa itu Gojek. Belajar dari itu kami memilih warna biru laut sebagai warna dasar, kemudian di helm atau di rombongnya akan kami beri tulisan AMI (Ayo Makan Ikan),” bebernya.

Selain terinspirasi dari Gojek. Noto juga menyoroti kondisi pedagang ikan di KSB yang saat ini berjualan ikan dengan cara berkeliling dengan motor.

“Saat ini, pedagang yang berjualan hanya menggunakan styrofoam box dan jaket seadanya, ini yang memprihatinkan,” ungkapnya.

Masih dengan keterangan Noto, kelima pemasar sudah dipilih dan wilayah penjualan mereka akan dijadikan sebagai uji sampel untuk proyek ini. Bunyi bel yang unik dan khas juga sedang dalam proses pengembangan agar dapat melekat di benak masyarakat.

“Kelima orang sudah kami pilih, wilayah mana saja merupakan uji sampelnya, dan bunyi belnya nanti juga akan di buat unik dan khas sehingga dapat melekat di masyarakat,” imbuhnya.

Dengan proyek inovatif ini, Noto berharap dapat memberikan solusi bagi pedagang dan meningkatkan daya tarik produk perikanan lokal di mata konsumen.

“Nantinya produk yang dijual bisa saja bukan hanya ikan segar, atapi juga produk olahan ikan lain seperti kerupuk ikan, abon ikan, ikan kering, bakso ikan, dan lainya,” katanya.

Noto juga berharap, inovasi ini dapat memberikan dorongan positif bagi sektor perikanan lokal dan mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

“Harapan selanjutnya adalah dan perekonomian kesejahteraan masyarakat juga dapat meningkat,” harapnya.(**)