Oleh : Lalu Gita Ariadi
Jumat ( 9/10 ) – Minggu ( 11/10 ) 2026, mata dunia kembali tertuju ke Sirkuit Mandalika Lombok NTB. Pelaksanaan kelima MotoGP di Indonesia.
Presiden Prabowo Subianto diagendakan hadir pada Minggu 11 Oktober 2026. Saksikan race utama.
MotoGP Mandalika tahun 2025, tanpa kehadiran Presiden. Presiden diwakili Menpora Erick Thohir didampingi Wamenpora Taufik Hidayat,
Wamenpar Ni Luh Puspa dan lain-lain.
Waktu MotoGP pertama kali diadakan di Sirkuit Mandalika Lombok, Presiden Jokowi hadir langsung pada Minggu, 20 Maret 2022.
Minggu, 15 Oktober 2023, motoGP kedua di Sirkuit Mandalika tanpa kehadiran Presiden. Diwakilkan ke Erick Thohir yang saat itu rangkap Menko Marves Ad Interim dan Menteri BUMN.
MotoGP Mandalika ketiga tahun 2024 – Minggu 29 September 2024, dihadiri langsung Presiden Joko Widodo. Sekaligus selebrasi perpisahan. Tepat 21 hari sebelum lengser sebagai Presiden. Ini sekaligus sebagai kunker ke-19 Presiden Jokowi ke NTB.
Presiden Jokowi tentu sangat familier dengan Sirkuit Mandalika dan KEK ( Kawasan Ekonomi Khusus ) Mandalika ini.
Setidaknya tercatat 7 kali Presiden Jokowi ke KEK Mandalika. 2 kali hadiri puncak motoGP ( Tahun 2022 dan Tahun 2024 ). Lainnya, tanggal 20 Oktober 2017, meresmikan mulai beroperasinya KEK Mandalika pasca keluarnya PP 52 tahun 2014 tentang KEK Mandalika.
Tanggal 12 November 2021, Presiden Jokowi meresmikan Sirkuit Mandalika dan jalan bypass ( Jalan H. Gatot Suherman – Gubernur ke-3 NTB ) ruas bundaran Bandara BIZAM ke Bundaran Songgong.
Tanggal 14 Januari 2022 Presiden Jokowi Kunker mengecek kesiapan penyelenggaraan motoGP di Sirkuit Mandalika, kesiapan bongkar muat property pembalap dan penumpang di Bandara BIZAM, evalusi Vaksinasi Covid 19 prasyarat motoGP juga meluncurkan Holding BUMN Pariwisata Injourney.
Perhatian Presiden Jokowi ke KEK Mandalika dan MotoGP memang luar biasa. Tidak hanya dalam wujud kunjungan fisik.
Ketika Indonesia melalui Sirkuit Sentul dinilai gagal sebagai tempat penyelenggaraan MotoGP tahun 1996 – 1997, ada keinginan Indonesia kembali jadi tuan rumah MotoGP tahun 2017-2018 di Sirkuit Sentul dan Jakabaring Palembang. Namun Dorna ( Dorna Sport – perusahaan swasta Spanyol sebagai penyelenggara / promotor resmi yang memegang hak komersial dan hak siar eksklusif untuk kejuaraan dunia MotoGP dari FIM – Federasi Balap Motor Internasional ) menolak karena fasilitas tidak memadai.
Karena Presiden Jokowi terobsesi membangun “10 Bali Baru” maka ditetapkanlah KEK Mandalika sebagai salah satu dari 10 destinasi prioritas selain Bali. ITDC ( Indonesia Tourism Development Corporation – BUMN) yang kelola lahan 1.035 hektare di Kuta, Lombok Tengah diperintah cari cara bikin dunia datang ke kita.
Akhir tahun 2018, Carmelo Ezpeleta (Bos Dorna) survey ke KEK Mandalika. Di saat bersamaan Brazil juga ngotot mau jadi tuan rumah MotoGP 2021.
28 Januari 2019, ITDC menang bidding di Madrid, Spanyol. Dirut ITDC Abdulbar M Mansoer tanda tangan kontrak dengan CEO Dorna – Carmelo Ezpeleta.
Senin, 11 Maret 2019, di Istana Bogor, Presiden Jokowi menerima kedatangan
Carmelo Ezpeleta – CEO Dorna Sports didampingi Abdulbar M Mansoer ( Dirut ITDC ), Menpora Imam Nahrawi
dan Tim Astra Honda Racing, termasuk pembalap muda potensial Mario Aji asal Magetan Jawa Timur.
Carmelo Ezpeleta datang bukan negosiasi lagi. Tapi minta jaminan negara.
Presiden Jokowi jawab lugas. Indonesia siap menjadi tuan rumah MotoGP 2021 di sirkuit Mandalika Lombok NTB. Asian Games 2018 yang diikuti 35 negara saja kita sukses. Apalagi MotoGP. Kata Presiden Jokowi dengan nada optimis kala itu.
Di pertemuan itu juga diputuskan segera di bangun Sirkuit dengan panjang 4,32 km. Pembangunan mulai September 2019. Carmelo Ezpeleta memuji KEK Mandalika punya keunggulan yang tidak dimiliki negara lain. Kombinasi sport dan tourism.
Pelan namun pasti dampak penyelenggaraan MotoGP di Sirkuit Mandalika mulai terasa. Branding NTB jadi mendunia. Nama Lombok NTB tampil di 200 lebih negara lewat siaran live. Okupansi hotel naik pada pra dan saat event.
Infrastruktur Jalan bypass BIL – Mandalika di bangun. Peningkatan kualitas dan kapasitas bandara BIZAM dari Runway 2.750 meter menjadi 3.300 meter. Jaringan listrik, telekomunikasi, perbaikan sirkuit yang sekarang sudah homologasi Grade A FIM. Ekonomi lokal UMKM, home stay, ojek, rental mobil menggeliat 2 minggu sebelum race. Peluang usaha / kerja dengan ribuan tenaga lokal terserap tiap event MotoGP digelar.
Presiden Jokowi tentu tidak hanya atensi KEK Mandalika dan MotoGP. Dari 19 kali kunjungan ke NTB, 10 Kabupaten / kota se NTB pernah di datangi.
Sabtu, 11 April 2015, Presiden Jokowi ke Dompu menghadiri event Tambora Menyapa Dunia. Peringatan tepat 200 tahun letusan dahsyat Gunung Tambora 11 April 1815. Yang kemudian dijadikan sebagai tonggak sejarah HUT Kabupaten Dompu. Letusan ini adalah letusan terbesar 300 tahun terakhir.
Eropa jadi tidak ada musim panas tahun 1816 (Year Without Summer).
Di Padang Savana Doro Ncanga Kec. Pekat Dompu, Presiden Jokowi
mesmikan status Taman Nasional Gunung Tambora yang sebelumnya hanya sebagai cagar alam. Yang paling penting dari kunjungan ini adalah dialog Presiden Jokowi dengan petani jagung di acara panen raya jagung di Desa Kampasi Meci, Kecamatan Manggalewa.
Petani jagung mengeluh rugi besar karena harga jagung jatuh. Tidak terserap karena adanya impor jagung yang banyak. Saat itu impor jagung Indonesia 3,6 juta ton. Itu yang bikin harga lokal hancur.
Presiden Jokowi langsung perintahkan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman ( sekarang kembali lagi jadi Menteri Pertanian ) untuk stabilkan harga jagung. Pemerintah tetapkan HPP jagung agar petani untung. Kurangi import.
Lakukan program bantuan benih hibrida gratis. Target produktivitas naikkan dari 5 ton jadi 7-8 ton per hektar agar petani untung, peternak dan industri juga ikut untung.
Presiden Jokowi juga pernah ke Kota Bima dan Kabupaten Bima tanggal 29 Desember 2022. Agendanya bagi bansos ke pedagang di Pasar Sila, Kecamatan Bolo, Kab. Bima. Meresmikan / meninjau 185 Huntap pasca bencana Badai Seroja di Desa Tambe Bolo Bima.
Selanjutnya di hari Kamis tanggal 29 Desember 2022 itu Presiden Jokowi langsung ke Kabupaten Sumbawa meresmikan Bendungan Beringin Sila di Desa Motong Kecamatan Utan. Ini bendungan ke-35 yang diresmikan Jokowi secara nasional, dan bendungan ke-4 di NTB setelah Tanju dan Mila di Kabupaten Dompu, dan Bintang Bano di Kabupaten Sumbawa Barat.
Sebelumnya, Presiden Jokowi pernah kunker ke Kabupaten Sumbawa tanggal 29 – 30 Juni 2018. Juga kunker tanggal 2 Mei 2024 ke Pasar Seketeng dan Panen Raya Jagung di Jalan Samota.
Kunker Presiden Jokowi ke Kabupaten Sumbawa Barat 3 kali. Jumat, 14 Januari 2022 meresmikan Bendungan Bintang Bano di Desa Bangkat Monteh, Kecamstan Brang Rea dengan luas genangan 256 ha, irigasi 6.700 ha.
Kamis, 2 Mei 2024, Presiden Jokowi meresmikan Bendungan Tiu Suntuk di Desa Mujahidin, Kec. Brang Ene yang menelan Biaya Rp1,4 triliun. Ini bendungan ke-7 di NTB dalam 10 tahun perkhidmatan Presiden Jokowi.
Senin, 23 September 2024, Presiden Jokowi meresmikan
Smelter PT AMNT di Kecamatan Sekongkang Desa Maluk area Batu Hijau dengan Nilai investasi bukan uang kecil kata Presiden Jokowi.
5 Kabupaten / kota di Pulau Lombok semuanya sudah di datangi Presiden Jokowi. Waktu gempa Lombok 2018, datang 4 kali. Paling sering dibanding Presiden mana pun.
Kunjungan pertama, hari Senin 30 Juli 2018. Sehari setelsh Gempa 6,4 SR tanggal 29 Juli pagi (gempa pertama)
Lokasi Lombok Timur, Sambelia.
Kunjungan kedua, Senin – Selasa, 13 – 14 Agustus 2018. Setelah gempa utama 7 SR tanggal 5 Agustus 2018 yang akibatkan 560 orang meninggal dunia.
Kunjungan ketiga Minggu – Senin, 2 – 3 September 2018. Kunjungan keempat, Kamis 18 Oktober 2018.
Total 4 kali kunjungan dalam fase tanggap darurat dalam 2,5 bulan. Setelah itu masih 2 kali lagi di 2019 untuk cek progres rehab-rekon pasca gempa.
Bisa jadi Presiden Jokowi adalah Presiden yang paling sering berkunjung ke NTB dalam 10 tahun masa perkhidmatannya. Padahal secara politik dalam 2 kali pilpres Presiden Jokowi kalah terus.
Pada Pilpres 2014, tanggal 9 Juli 2014, Prabowo-Hatta unggul dengan 1.844.178 suara (72,45%). Jokowi – JK, 701.238 suara (27,55%). Pada Pilpres 2019 tanggal 17 April 2019, Prabowo – Sandi unggul dengan 2.011.319 suara (67,89%). Jokowi – KH Ma’ruf Amin, 951.242 suara (32,11%). Meski 2 kali kalah telak di NTB tapi tetap perhatian penuh ke NTB.
Jauh di bilik suara, tapi terasa dekat di hati. Karenanya ada rasa berhutang budi.
Memang Politik mengajarkan kita berhitung. Tapi kepemimpinan sejati mengajar kan sebaliknya. Mambaca dengan bathin. Dan Presiden Jokowi memilih narasi : justru yang tidak memilihmulah yang harus paling kau yakinkan dengan kerja nyata dan kepedulian tulusmu.










