Sinergi Kodim 1628/SB dan PP Bersatu dalam Semangat Piala Dunia 2026

Sumbawa Barat, insidentb.con | Gemerlap lampu malam di Perempatan Simpang Selex, Kelurahan Kuang, Taliwang, Senin (15/06/2026), bukan sekedar pemandangan biasa. Lokasi ini berubah menjadi titik temu yang mencairkan sekat antara aparat keamanan dan masyarakat dalam gelaran nonton bareng (Nobar) Piala Dunia 2026.

Nobar Piala Dunia 2026 kalo ini, di barengi dengan Bazzar dan kegiatan UMKM menjadi saksi bahwa di atas rumput hijau, olahraga dan bazzar UMKM menyatu sebagai bentuk sinergitas antara TNI dan rakyat adalah kekuatan utama yang tak tergantikan.

Lebih dari 250 warga, mulai dari personel Kodim 1628/Sumbawa Barat, jajaran kepolisian, hingga anggota Pemuda Pancasila (PP) melebur dalam satu semangat menyaksikan laga Spanyol kontra Cabo Verde. Meski pertandingan berakhir imbang kacamata 0-0, tensi ketegangan di lapangan justru berbanding terbalik dengan hangatnya suasana di lokasi nobar.

Bagi Kodim 1628/SB, kegiatan ini bukan sekedar hiburan olahraga, melainkan instrumen strategis untuk memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Kasdim 1628/SB, Mayor Cba Agus, SH, menegaskan bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat dalam momentum seperti ini adalah wujud nyata menjaga soliditas.

“Kami ingin menunjukkan bahwa TNI selalu ada di tengah masyarakat. Nobar ini bukan soal siapa yang menang atau kalah dalam pertandingan, tapi tentang bagaimana kita duduk bersama, bersilaturahmi, dan memastikan kondusivitas wilayah tetap terjaga dalam setiap sendi kehidupan masyarakat,” ujar Mayor Cba Agus di sela sela kegiatan.

Sementara, Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Sumbawa Barat, Agusty Lanang menyebut keterlibatan ormas dalam kegiatan ini merupakan bentuk nyata dukungan terhadap stabilitas keamanan daerah yang dibangun melalui jalur kekeluargaan.

“Pemuda Pancasila selalu siap bersinergi dengan TNI dan Polri. Melalui kegiatan santai seperti ini, kita membuktikan bahwa perbedaan latar belakang bukanlah penghalang untuk bersatu. Sinergi di lapangan ini adalah modal sosial yang sangat berharga untuk Sumbawa Barat yang lebih aman dan harmonis,” tegasnya.

Hingga peluit panjang dibunyikan pada pukul 01.56 WITA, suasana di Simpang Selex tetap terjaga dengan aman dan tertib. Tidak ada gesekan, tidak ada gangguan keamanan yang tersisa hanyalah obrolan hangat dan tawa antarkomponen masyarakat.

Kehadiran jajaran perwira Kodim 1628/SB seperti Pasi Ops Kapten Inf Saiful Anwar, Pasi Pers Kapten Cpl Syamsul Syupriadi, hingga para Danramil di lokasi, menegaskan komitmen TNI untuk terus hadir sebagai pengayom.