Bikin Bangga! Perwakilan Desa di KSB Masuk 10 Besar Tingkat Nasional

Sumbawa Barat | Desa Beru, Kecamatan Brang Rea, menjadi perwakilan Desa di Kabupaten Sumbawa Barat berhasil mencatat prestasi membanggakan. Kali ini, prestasi itu dalam hal penilaian Monitoring dan Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik Desa (DGIP) Tingkat Provinsi NTB Tahun.

“Alhamdulillah, berada di titik ini tidaklah mudah, perjuangan panjang sejak mulai pengisian Self Assessment Questionnaire (SAQ) Monev Desa Gemilang Informasi Publik (DGIP) Provinsi NTB yang sudah berlangsung sejak tanggal 3 Juni sampai 3 Juli 2024, hingga pengisian SAQ Monev KIP Desa Tahun 2024 oleh KI Pusat pada 25 Juli lalu, menjadi standar minimal desa yang layak untuk dilakukan visitasi sesuai dengan pelaksanaan Undang Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan Undang Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa,” ungkap, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sumbawa Barat, Ir. Abdul Muis, MM, selaku atasan PPID Utama, dalam keterangan persnya, Kamis (10/10/2024) malam.

Ia menjelaskan, untuk mencapai prestasi itu ada cukup banyak instrumen atau indikator. Di antaranya, kualitas informasi, jenis informasi, sarana dan prasarana, hingga komitmen dalam keterbukaan informasi publik (KIP) seperti sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.

Hal ini, kata dia, sebagai upaya pemenuhan hak hak dasar masyarakat, seperti yang terus digaungkan oleh Bupati Sumbawa Barat Dr. Ir. H. W. Musyafirin, M.M., PPID Utama Kabupaten Sumbawa Barat terus berkomitmen dan mendukung penuh pemenuhan hak hak dasar masyarakat dalam memperoleh informasi secara cepat, tepat, transparan, dan murah.

Menurutnya, kolaborasi dan kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) untuk mewujudkan Good Governance dan Clean Government di KSB.

“Kerja kerja kolaboratif dan partisipatif semua pihak menjadi kunci terpenuhinya hak hak dasar masyarakat hingga lingkup terkecil. Kita sudah maksimal berbuat agar daerah kita menjadi daerah yang informatif, tidak hanya pada PPID Utama tetapi juga melalui PPID Pembantu pada masing masing OPD, hingga PPID Desa,” jelasnya.

“Ini dilakukan agar visi Kabupaten Sumbawa Barat berlandaskan Gotong Royong bisa terwujud dan menjadi nadi dalam kehidupan masyarakat KSB. Jika tidak ada kerja sama, tidak ada gotong royong, kita tidak bisa jadi apa apa,” imbuhnya.

Diketahui, selain Desa Beru satu satunya perwakilan Desa di Pulau Sumbawa yang berhasil lolos menjadi 3 besar, terdapat 2 desa di pulau Lombok, yakni Desa Lembar Selatan, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat dan Desa Aik Mual, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah,

“Ketiganya akan menjadi perwakilan Provinsi NTB di tingkat Nasional dan bersaing dengan 75 perwakilan rekomendasi desa lainnya di seluruh Indonesia,” jelasnya.

Sebagai langkah awal, lanjutnya, Desa Beru, Kecamatan Brang Rea dalam waktu dekat akan menerima visitasi lapangan langsung dari Komisi Informasi Pusat (KIP) bersama Kementeriam Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam) Republik Indonesia sebagai Penilai Eksternal, dalam rangka penilaian Monitoring dan Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik Desa Tahun 2024.

Kunjungan itu, rencana akan dilaksanakan pada tanggal 19 Oktober mendatang adalah tahapan Penilaian Apresiasi Desa yang masuk ke dalam rekomendasi 10 Besar Desa Tingkat Nasional tahun 2024.

“Tentunya, penilaian ini akan difokuskan pada pelayanan keterbukaan informasi publik di desa dan peninjauan layanan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID),” pungkasnya.(**)