Tambang adalah sumber daya alam yang tidak bisa diperbaharui. Meskipun menjadi salah satu sumber kekayaan alam negara kita, namun setidaknya dari tambang, jembatan masa depan untuk anak cucu kita sebenarnya bisa kita wujudkan secara bersama sama.
Sudirman/Sumbawa Barat
Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat tercatat sebagai daerah penghasil tambang emas dan tembaga terbesar kedua, setelah tambang Grasberg, PT. Freeport Indonesia.
Daerah ini memiliki luas, 1,743,58 Kilometer persegi. Kecamatan Jereweh adalah kecamatan di lingkar tambang Batu Hijau PT. Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) yang memiliki luas terbesar, atau 32 persen dari total luas wilayah tujuh kecamatan lainnya.
Badan Pusat Statistik (BPS) sensus 2026 mencatat, saat ini penduduk Sumbawa Barat, mencapai 158,1 ribu jiwa. Jumlah angkatan kerjanya, 82,653 orang. Dari jumlah tadi, ada 79,237 orang diantaranya telah bekerja. Artinya, rasio antara angkatan kerja dengan penduduk yang telah bekerja kecil sekali. Tingkat penganggurannya rendah.
Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmasnyah mengatakan, struktur ekonomi Sumbawa Barat, masih sangat bergantung dari sektor pertambangan. Total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sumbawa Barat, Rp 22 Trilliun.
“Nah, Rp 18 Trilliun diantaranya, berasal dari sumbangsih sektor tambang Batu Hijau,” kata, Amar Nurmansyah, seperti dikutip Kantor Berita Antara, 28 Februari 2026.
Besarnya pengaruh sumbang sih sektor tambang, menjadi dua sisi mata uang yang dilematis. Di satu sisi, ketergantungan terhadap tambang belum memampu mendokrak sektor lain. Terutama sektor pertanian, pariwisata dan simpul ekonomi strategis Sumbawa Barat lainnya.
Akan tetapi, di sisi lain, keberadaan tambang semestinya menjadi alasan utama, berkembangnya innovasi dan modifikasi sektor ekonomi baru. Keberadaan tambang seharusnya menjadi jembatan masa depan untuk memupuk asa, keberlanjutan atau sustanabelity kesejahteraan masyarakat.
Modifikasi PPM AMNT Jadi Investasi Jangka Panjang
Amman International Scholars School 2026 resmi luncurkan PT. AMNT Batu Hijau. Program vokasi yang menitik beratkan pendidikan sekaligus pelatihan kejuruan berstandar international yang di gagas AMNT ini, memberi peluang peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal.
Aman International Scholars School ini dinilai sebagai tulang punggung utama dari Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) perusahaan. Biasa disebut program tanggung jawab sosial, atau Coorporate Sosial Responsibilty (CSR), program ini tahun 2026 merekrut setidaknya 34 putra putri lokal untuk menerima beasiswa pendidikan vokasi tadi.
Program AMNT Scholar School sudah kali ke enam diluncurkan. Sejak tahun 2020. Peserta didik lokal, akan menempuh pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terbaik berkualitas Interbational di Pulau Jawa.
“Ini program yang ditujukan untuk mencari talenta terbaik lokal. Ini kesempatan emas untuk investasi pendidikan dimasa depan. Agar mereka nantinya di regenerasi bersaing dan mampu mengolah sumber daya alam daerah sendiri dimasa yang akan datang,” ujar, Vice President Coorporate Communication AMNT, Kartika Oktviani, dalam sebuah keterangan resminya.
Sekolah Vokasi berstandar intenational dipandang sebagai, innovasi dan modifikasi program PPM kekinian yang diharapkan mampu menjawab, tantangan masa depan. Perusahaan nampaknya memahami betul, bahwa sumber daya manusia menjadi aset penting dan berkelanjutan.
“Kami bangga dan berterimakasih atas program ini. Kami sebagai orang tua, merasa sangat terbantu. Bisa mewujudkan arah pengembangan anak anak kami dimasa depan. Seleksinya ketat dan profesional. Alhamdulillah, bismillah, anak kami berangkat ke Kabupaten Kudus, Jawa Tengah,” kata, Lois Darlis, orang tua dari Dirga Haidarraid Ramdhan, warga Kecamatan Seteluk, menerima beasiswa AMNT Scholars School International, Jum’at (21/8/2026).
Investasi SDM Diharapkan Inline dengan Sosial Impack Ekonomi
Secara umum, AMNT telah mengeluarkan kebijakan perusahaan dalam penyusunan road map (arah perencanaan, red) Program sosial Impack dari pemberdayaan masyarakat.
Dimana road map utama yang kini difokuskan perusahaan adalah, investasi dibidang pembangunan sumber daya manusia atau Human Capytal Developmant. Dengan fokus utama yakni, pendidikan dan pelatihan vokasi.
Pendidikan vokasi adalah, jenis pendidikan yang berfokus kepada pengeuasaan keahlian dan keterampilan praktis untuk bidang kerja tertentu. AMNT sendiri telah menggelontorkan setidaknya, USD 5,6 juta atau nyaris Rp 100 Milyar dana sosial Impack mereka tahun 2025. Termasuk didalamnya, program pendidikan vokasi tadi.

perusahaan nampkanya, menilai investasi pendidikan vokasi harus tegak lurus atau inline dengan program pengembangan masyarakat lain seperti pariwisata, olah raga, UMKM hingga industri digital dan Airtfisial Intelijen (AI). Minimal SDM lokal mampu menyesuaikan diri serta memanfaatkan keterampilan mereka untuk masuk dalam peluang kerja. Tidak hanya terlibat dari industri hulu suatu bidang kerja saja, akan tetapi juga industri hilirnya.
Sinergi Kolaborasi dengan Pemerintah
Sebagaimana diketahui, Undang Undang Nomor 40 tahun 20027 tentang tanggung jawab sosial perusahaan. Poin penting yang dimanatkan dalam pelaksanaan realisasi CSR perusahaan adalah, sejauhmana sinergi dan kolaborasi antara swasta dan pemerintah.
Pemerintah berdasarkan regulasi wajib menyusun Blue Print atau cetak biru arah program pemberdayaan masyarakat atau tanggung jawab sosial tadi, berdasarkan arah kebijakan pembangunan nasional dan daerah. Ini menjadi internalisasi kolaborasi yang baik antara pemerintah dan perusahaan agar mencapai tujuan yang sama. Yakni, meningkat kesejahteraan dan kualitas sumber daya manusia lokal.
Blue Print atau cetak biru tidak bisa disusun, tanpa perusahaan terlebih dahulu menyusun Rencana Kegiatan Anggaran Biaya (RKAB) sebagai pedoman penyusunan PPM perusahaan. RKAB ini akan disosialisasikan dan setujui pemerintah daerah dan pusat, sebelum akhirnya menjadi pedoman penyusunan blue print tadi.
Akhirnya, investasi SDM yang kini di gagas AMNT melalui program pendidikan vocasinya, diharapkan menjadi cerminan jembatan asa bagi anak cucu putra putri lokal untuk menatap masa depan yang lebih baik. Dari perut bumi Batu Hijau, secercah harapan itu kian nyata.










