(Foto Ilustrasi)
Sumbawa Barat, insidentb.com | Kabar gembira datang bagi para pencari kerja di Kabupaten Sumbawa Barat. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) KSB via UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) resmi menggulirkan program Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) Batch IV Tahun 2026.
Inisiatif dari Kementerian Ketenagakerjaan ini dirancang khusus untuk menggenjot kompetensi warga lokal agar kian siap menghadapi ketatnya persaingan di dunia usaha dan industri.
Kepala Disnakertrans KSB, Slamet Riadi, menekankan bahwa momentum ini wajib dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mendulang keterampilan aplikatif yang selaras dengan standar pasar kerja masa kini.
“Melalui pelatihan ini kami ingin menyiapkan SDM yang kompeten, memiliki keterampilan sesuai standar industri, sehingga mampu bersaing di dunia kerja maupun membuka peluang usaha secara mandiri,” ujar Slamet, kepada wartawan belum lama ini.
Pada gelombang keempat ini, pihak penyelenggara menyediakan tujuh program kejuruan variatif yang bisa dipilih peserta sesuai passion dan arah masa depan mereka diantaranya, Pipe Welder SMAW 6G, Pemasangan Instalasi Otomasi Listrik Industri, Operator Komputer Muda, Desain Grafis Muda, Peracikan Minuman Kopi (Barista), Pembuatan Roti dan Kue dan Menjahit Pakaian dengan Mesin.
Slamet memastikan bahwa seluruh materi disusun berbasis kompetensi dengan porsi praktik yang dominan, menjamin para peserta benar benar menguasai keahlian yang relevan dengan kebutuhan industri mutakhir.
Bagi yang berminat, jendela pendaftaran telah dibuka sejak 29 Juli dan akan ditutup pada 12 Agustus 2026.
Kriteria Calon Peserta memiliki, Pendidikan minimal lulusan SMA/SMK atau sederajat, Batas usia minimal 18 tahun, Sehat jasmani dan rohani, Sanggup mematuhi seluruh aturan program dan Melampirkan dokumen administratif meliputi fotokopi KTP, KK, ijazah terakhir, dan pas foto 3×4 berlatar merah.
“Bagi peserta yang berhasil lolos seleksi, beragam fasilitas penunjang kelas wahid telah disiapkan secara cuma cuma. Mulai dari bimbingan instruktur profesional bersertifikat, peralatan praktik yang memadai, seragam, APD, uang saku transportasi, konsumsi harian, hingga sertifikat pelatihan dan sertifikasi kompetensi resmi dari BNSP,” terangnya.
Mengakhiri keterangannya, ia berpesan agar warga KSB segera mengamankan slot pendaftaran mengingat kuota yang disediakan terbatas, sekaligus berharap program ini sukses mencetak tenaga kerja tangguh dan wirausahawan mandiri yang berdaya saing tinggi.










