PT AMNT Didesak Buka Peluang Bagi Eks Karyawan Berstatus Black List

  • Bagikan

(Foto Ilustrasi)

Sumbawa Barat | Lembaga Solidaritas Pemuda Pencari Kerja (Sopper) Kabupaten Sumbawa Barat mendesak management PT AMNT segera membuka peluang kerja bagi eks pekerja lokal yang terdampak alert list dan black list.

Desakan itu disampaikan Ketua Sopper KSB Mukhlisin karena menurutnya, perusahaan sampai saat ini belum membuka ruang bagi eks pekerja PT NNT dan PT AMNT yang berstatus alert list dan black list.

“Kami mendesak management PT AMNT agar bertanggung jawab atas nasib eks pekerja lokal PT NNT dan AMNT yang saat ini masih berstatus alert list dan black list agar segera membuka peluang bagi mereka untuk kembali bekerja,” kata Mukhlis, kepada wartawan, Selasa (4/9/2022).

PT AMNT Didesak Buka Peluang Bagi Eks Karyawan Berstatus Black List
(Foto Ist: Muhklis Ketua Sopper KSB)

Selain itu, Ketua Jantop tersebut juga mempertanyakan terkait pernyataan salah satu oknum atau petinggi PT AMNT berinisial SL yang saat itu pernah mengeluarkan pernyataan akan membebaskan seluruh eks karyawan PT NNT maupun PT AMNT yang masih berstatus alert list dan black list agar bisa bekerja kembali di perusahaan tambang batu hijau.

“Didepan kami inisial SL petinggi PT AMNT pernah berjanji akan membuka peluang seluas-luasnya bagi eks karyawan lokal yang berstatus alert list maupun black list agar mendapat kesempatan untuk bekerja, namun sangat disayangkan pernyataan tersebut hanya untuk meninabobokan kami. Untuk itu, melalui wadah kami (Sopper_red) meminta pertanggung jawaban atas pernyataan petinggi AMNT tersebut,” bebernya.

Bahkan, kata dia lagi, Pemerintah Daerah melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi pertanggal 27 Juni 2022 pernah mengajukan permohonan untuk dibukanya kembali data tenaga kerja dalam daftar alert list akan tetapi hingga saat ini PT AMNT belum merespon surat dari pemerintah tersebut.

“Untuk itu, kami minta PT AMNT agar menghargai apa yang telah diajukan oleh pemerintah setempat. Kalo pemerintah saja tidak di hargai bagaimana dengan rakyat,” sesal Mukhlis.

Selain itu, Mukhlis menyinggung terkait banyaknya perusahaan lokal yang masih berstatus alert list dan black list hingga kini belum mendapatkan kesempatan untuk bermitra kembali dengan perusahaan. Hal tersebut, lanjutnya, karena banyaknya perusahaan-perusahaan subcon yang diduga dimainkan oleh oknum management.

“Kami ingatkan perusahaan agar tidak bermain-main dalam persoalaan ini. Ini masalah perut, ketika lapar apa saja bisa kami lakukan termasuk kami akan gelar aksi,” pungkasnya.

Sementara, Pihak PT AMNT melalui Manager Head of Corporate Communications Kartika Octaviana dikonfirmasi mengatakan, bahwa PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) selalu mengacu serta berkomitmen terhadap peraturan ketenagakerjaan yang berlaku baik dari pusat maupun lokal dalam hal perekrutan tenaga kerja.

Peraturan tersebut, kata dia antara lain adalah melalui sistem rekrutmen satu pintu, bekerja sama dengan Dinas Ketenagakerjaan di Kabupaten Sumbawa Barat.

“Oleh karena itu dibentuklah Tim Terpadu bersama pemerintah. Proses rekrutmen dijalankan secara transparan dan diketahui oleh pihak pemerintah. Rekrutmen dilakukan dengan mekanisme dan peraturan yang berlaku, dan dilakukan sesuai dengan kebutuhan bisnis perusahaan dengan mempertimbangkan keberlangsungan operasional perusahaan.
Dalam proses seleksi karyawan, test dan wawancara dilakukan dalam beberapa tahap,” ujarnya.

Ia menjelaskan lagi, bahwa kesesuaian kompetensi kandidat dengan ranah pekerjaan yang akan dilakukan seperti, tes psikologi melalui psikotest serta pengecekan referensi terhadap kinerja kandidat, sesuai dengan standar yang selalu dilakukan oleh berbagai perusahaan swasta maupun institusi pemerintah. Kemudian, medical check-up untuk memastikan kandidat tidak memiliki halangan fisik yang dapat menimbulkan risiko kesehatan dan keselamatan saat bekerja.

“Dalam hal persyaratan komposisi pekerja lokal, kami mengacu kepada ketentuan yang berlaku, yaitu minimal sebanyak 50% dari wilayah KSB, guna memberi kesempatan kerja kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional AMMAN. Sebagai informasi, komposisi masyarakat lokal KSB di Batu Hijau mencapai 51%, karyawan dari wilayah NTB lainnya mencapai 23%. Sehingga total serapan tenaga kerja lokal mencapai 74%,” demikian, Vina.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!