Lagi,! Ratusan Warga Lamunga Unjuk Rasa Tolak Kehadiran PT SBM

  • Bagikan

(Foto Ist : Saat massa aksi menyegel kantor sementara PT SBM sambil memasang spanduk bertuliskan “Usir dan Tolak PT SBM dari Bumi Lamunga yang akan melakukan pertambangan. Harga Mati,,!!!”)

Sumbawa Barat | Sejak aksi massa di gunung Semoan redup, kini ratusan warga Desa Lamunga dan warga Lingkungan Pakirum, Kecamatan Taliwang, kembali melakukan aksi unjuk rasa menolak kehadiran perusahaan tambang emas milik PT Sumbawa Barat Mineral (SBM), pada Senin (31/1/2022).

Aksi unjuk rasa dilakukan ratusan masyarakat ini, untuk menolak kehadiran perusahaan tambang emas milik PT SBM dimana, ratusan hektar lahan yang saat ini telah dijadikan tambang rakyat sejak bertahun tahun ini akan dikuasai oleh perusahaan tersebut.

Terlihat, sekitar pukul 08.00 Wita massa aksi mendatangi kantor Desa Persiapan Desa Lamunga untuk menolak kedatangan pihak perusahaan PT SBM bersilaturahmi dengan masyarakat. Beruntung, massa aksi dikawal ketat jajaran Polsek Taliwang yang dipimpin langsung oleh Kapolsek AKP Mulyadi, S. Sos.

Syaifullah alias Poles, Ketua Karang Taruna Desa Lamunga, sekaligus ketua aksi mengatakan, jika dirinya bersama warga disini akan menolak keras bahkan, akan mengusir PT SBM jika melakukan kegiatan pertambangan di desa Lamunga.

(Foto ist : Ratusan Massa aksi dari Desa Lamunga dan Lingkungan Pakirum menuju kantor PT SBM)

“Kami akan tolak dan usir PT SBM dari bumi Lamunga yang akan melakukan operasi pertambangan emas di desa kami. Itu harga mati bagi kami,” ucapnya, dengan nada lantang.

Senada dengan Poles, Dahlan perwakilan masyarakat Lingkungan Pakirum, Kecamatan Taliwang ini juga menolak keras kehadiran PT SBM yang rencana akan beroperasi didesa Lamunga, sebab, kata dia, jika perusahaan akan beroperasi secara otomatis akan menghilangkan mata pencaharian penambang rakyat warga sekitar.

“Kita sudah turun melakukan aksi terhadap perusahaan yang sama, bukan disini saja. Hanya saja, perusahaan ini ngotot. Naah, ini yang kami lawan serta kami tolak kehadirannya. Apapun resikonya akan kami hadapi. Mari bersatu kita tolak PT SBM,” kata, Dahlan.

Sementara, Plt Kades melalui Sekretaris Desa Persiapan Lamunga Syamsuddin saat dihubungi wartawan mengaku pihaknya tidak tau menahu terkait adanya aksi dari masyarakat.

(Foto Ist : Syamsuddin Sekretaris Desa Persiapan Lamunga saat dimintai keterangan)

Memang, lanjutnya, pihak dari PT SBM hari ini akan melakukan silaturahmi dengan pihak pemerintah Desa dan masyarakat. Namun, belum mereka memasuki kantor desa, warga sudah ramai melakukan unjuk rasa menolak kehadiran PT SBM.

“Ini aksi spontanitas saja pak,” aku, dia.

Dia berharap agar warga khususnya, desa Lamunga agar menjaga kondusifitas dan tetap menahan diri, serta tidak mudah terprovokasi.

Sementara, pantauan media dilokasi, sekitar pukul 9.35 Wita, massa aksi menduduki kantor PT SBM dan menyegel kantor milik perusahaan tersebut. Usai melakukan penyegelan, hingga pukul 9.55 Wita, ratusan massa bubarkan diri dengan aman dan tertib.

 

Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.

Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: insidentb@gmail.com,/redaksiinside2019@gmail.com.

Terima kasih.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!