Kecewa Dengan Aksi Sebelumnya, GMSBMK Blokade Gate PT AMNT

  • Bagikan

InsideNTB.com, Sumbawa Barat – Areal tambang emas batu hijau milik PT AMNT berlokasi di Desa Benete, Kecamatan Maluk digeruduk puluhan massa aksi yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Sumbawa Barat Mencari Keadilan (GMSBMK), Senin (6/7/2020) kemarin.

Aksi warga ini dipicu kekecewaan terhadap manajemen PT AMNT tersebut. Warga menuntut hak sebagai warga lingkar tambang yang terkesan selama ini tidak di perhatikan oleh manajemen PT AMNT. Tuntutan massa aksi tiada lain meliputi rekrutmen tenaga kerja dan mendesak pihak manajemen agar turun menemui mereka.

Koordinator Lapangan GMSBMK, Rohyatil Wahyuni Bourhany, dalam orasinya menuntut perusahaan AMNT agar segera mengambil sikap dan menemui massa aksi. Bahkan, ia menuding manajemen tidak ada niat baik terhadap pencari kerja lokal, buktinya hingga hari ini warga lingkar tambang belum mendapatkan kesempatan untuk dipekerjakan.
.
“Kami merasa kecewa tidak adanya niat baik manajemen PT AMNT tersebut.┬áKami punya hak di tanah leluhur kami yang saat ini kalian keruk hasilnya setiap hari. Jika kalian tidak dapat mempekerjakan masyarakat lokal dan merasa terusik dengan aksi kami silakan angkat kaki saja,” tegasnya Yuni Burhany dalam orasinya yang berlangsung di Gate Benete PT AMNT.

Ia juga mendesak pemangku kebijakan PT AMNT untuk segera turun menemui massa aksi dan mengingatkan perusahaan apabila aksi ini diabaikan maka puluhan massa aksi hari ini tetap bertahan hingga dipertemukan dengan pimpinan PT AMNT.

“Kami tidak akan bertemu dengan pihak yang tidak mampu mengambil keputusan. Kami hanya ingin bertemu langsung dengan pemangku kebijakan PT AMNT yang mampu memberikan solusi. Aksi serupa sudah berulang-ulang kami lakukan. Sepertinya, pihak manajemen tutup mata dengan gerakan ini. Untuk itu, jangan salahkan kami jika tempat ini akan kami duduki sampai kami dipertemukan dengan pemangku kebijakan PT AMNT,” tegasnya lagi.

Bahkan, dikatakan Yuni lokasi tambang batu hijau merupakan obyek Vital, artinya tidak semestinya terjadi aksi seperti ini. “Ini obyek vital lho, seharusnya tidak perlu ada aksi seperti ini jika perusahaan bisa memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat lokal untuk segera di pekerjakan,” ujarnya.

Senada dengan Jabir Zanela, dalam orasinya menyebut, bahwa aturan telah mengamanatkan untuk memperhatikan kesejahteraan rakyat, termasuk perusahaan harus memperhatikan aturan tersebut. Seharusnya PT AMNT jangan merusak pola kehidupan masyarakat sekitar.

“Kami tidak meminta uang, kami hanya meminta kesempatan untuk hidup, sebagaimana kewajaran karena tanah kami dirusak oleh perusahaan. Mana Bupati dan DPR ? Kamilah yang mengangkat para pejabat, namun tidak ada gerakan oleh pejabat-pejabat kita,” sesalnya.

Di kesempatan yang sama, Yati Arsyad bersama dua rekannya setibanya di Gate Benete langsung melakukan pemblokiran jalan sehingga menyebabkan kendaraan tambang yang tengah berlalu lintas lumpuh. Sempat terjadi aksi saling dorong antara masa aksi dengan pihak security PT AMNT namun, dengan sigap anggota Polres Sumbawa Barat yang di pimpin langsung Kabag OPS dan Danki Brimob mampu meredam massa aksi serta melakukan negosiasi sehingga massa aksi langsung dipertemukan dengan pihak manajemen.

Sementara, perwakilan PT AMNT Ahmad Salim didampingi Kolonel TNI Purn. Lumban Gaul Manager Eksternal Security PT Global Arow yang menemui massa aksi menjelaskan, pertemuan ini bukan pertemuan pertama kali dilakukan namun sudah berkali-kali, bahkan tetap pada issue terkait tenaga kerja.

Adapun permintaan massa aksi, kata dia, sudah ada beberapa operator yang di rekrut, itupun berasal dari KSB, namun tentunya perekrutan yang dilakukan manajemen tidak dapat memuaskan teman-teman yang melakukan aksi hari ini.

“Saat ini PT AMNT sudah memiliki progres terkait tenaga kerja, kedepan diharapkan kondisi pertambangan segera normal sehingga perusahaan dapat merekrut tenaga kerja yang lebih banyak lagi. Kita semua memahami kondisi Covid-19 saat ini bahkan, sangat mempengaruhi pada ekonomi dan tentunya berpengaruh juga dengan operasional tambang batu hijau,” demikian Ahmad Salim, yang saat ini menjabat sebagai Manager Social Impact PT AMNT.(ID/S)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!