News  

Cegah Konflik Berkepanjangan, Camat Taliwang Mediasi Warga yang Bertikai

InsideNTB.com, Sumbawa Barat – Memanasnya perseteruan yang terjadi pada Minggu (24/5/2020) malam, di Desa Labuan Lalar, Kecamatan Taliwang, mengundang perhatian publik. Pasalnya, sejumlah warga yang melakukan aksi protes terhadap pemerintah desa yang diduga dalam melaksanakan pembelanjaan APD Covid-19 terdapat beberapa item yang tidak sesuai dengan aturan.

Tidak sampai disitu, aksi protes juga dilakukan dengan memasang sejumlah spanduk, bahkan mendesak Kepala Desa Labuan Lalar untuk mundur dari jabatannya membuat sebagian masyarakat pendukung Kades setempat gerah terhadap sejumlah warga yang melakukan aksi protes tersebut.

Menyikapi masalah tersebut, Pemerintah Kecamatan Taliwang bersama Kapolsek, Danramil langsung mengambil sikap dwngan mengundang serta melakukan mediasi dengan kedua belah pihak yang tengah bertikai.

Pada kesempatan itu, Camat Taliwang, Aku Nur Rahmadin, S.Pd, dalam pertemuan tersebut menjelaskan bahwa, pihaknya menyikapi permasalahan ini dengan posisi netral. Untuk itu, pihakanya bersama unsur muspika mengundang kedua belah pihak dengan tujuan mencari jalan keluar yang terbaik demi menjaga wilayahnya tetap kondusif.

“Kita lakukan mediasi ini, bertujuan mencari solusi yang terbaik. Maka, kami mengundang kedua belah pihak untuk bertemu langsung agar mencapai kata sepakat serta bisa meyelesaikan pertikaian ini dengan kepala dingin,” ungkapnya saat membuka rapat mediasi yang di gelar di aula rapat Kantor Camat, Rabu (27/5/2020) siang.

Madin, akrab pria itu disapa mengatakan, kepada para pihak yang bertikai seperti kepala desa, para tokoh masyarakat, tokoh pemuda untuk tetap menahan diri dan tetap menjaga kondusifitas wilayahnya.

“Sekali lagi, mari saling bergandengan tangan, mari perkuat persaudaraan agar terhindar dari konfilk yang berkepanjangan. Apalagi saat ini masih dalam suasana lebaran,” harapnya.

Dikatakan, pihaknya sangat mengapresiasi langkah-langkah TNI-Polri dalam menangani kedua pihak yang bertikai dan mengajak kedua belah pihak yang berseteru untuk menghilangkan rasa ego masing-masing, serta mengajak masyarakat untuk bisa mewujudkan kedamaian.

“Mari kita dukung bersama, merajut kembali keberasamaan, saling komunikasi dan bersilahturahim,” tutupnya.

Dalam pertemuan tersebut, sempat terjadi perdebatan yang alot antara kedua belah pihak yang berseteru. Namun, akhirnya kedua belah pihak bersepakat untuk berdamai dan menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan. Kedua belah pihak juga berjanji untuk sama-sama tidak melakukan tindakan anarkis, apalagi dengan membuat status di media sosial (Sosmed). Kesepakatan tersebut, di tandatangani oleh kedua belah pihak tanpa adanya unsur paksaan dari pihak manapun, serta berjanji tidak akan saling menuntut di kemudian hari.(ID/HD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!